Polisi-KNKT Selidiki Sebab Rimbun Air Jatuh Selain karena Cuaca

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 15:28 WIB
Bangkai pesawat perintis milik Rimbun Air yang jatuh di Sugapa, Intan Jaya, ditemukan tim SAR gabungan dan warga
Bangkai pesawat perintis milik Rimbun Air yang jatuh di Sugapa, Intan Jaya, ditemukan tim SAR gabungan dan warga. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Polisi dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelidiki bersama penyebab jatuhnya pesawat Rimbun Air PK-OTW rute Nabire-Sugapa, Intan Jaya, Papua. Polisi menyebut diduga penyebab jatuhnya pesawat perintis itu bukan hanya karena faktor cuaca buruk.

"Setelah kami evakuasi (korban tewas dan bangkai pesawat), kami melakukan penyisiran di TKP, didapati pesawat penuh dengan material bangunan seperti semen, pipa besi, tripleks, dan membawa BBM jenis solar," kata Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan kepada detikcom, Senin (20/9/2021).

"Polisi membuka penyelidikan bersama KNKT. Apabila dari KNKT menemukan kejanggalan dan ada unsur pidana, KNKT akan bekerja sama dengan kepolisian," sambung Sandi.

KNKT Periksa Black Box Rimbun Air

Sandi menerangkan penyelidikan dibuka untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana di balik jatuhnya pesawat jenis twin otter tersebut. Sandi menambahkan, KNKT telah menerima black box pesawat Rimbun Air yang jatuh di Gunung Wabu itu.

"Kita lihat pembuktiannya nanti setelah kita melihat hasil black box," ucap Sandi.

Bangkai pesawat perintis milik Rimbun Air yang jatuh di Sugapa, Intan Jaya, ditemukan tim SAR gabungan dan wargaBangkai pesawat perintis milik Rimbun Air yang jatuh di Sugapa, Intan Jaya, ditemukan tim SAR gabungan dan warga. (Dok. Istimewa)

Rimbun Air Jatuh di Gunung Wabu

Seperti diketahui, pesawat yang dipiloti H Mirza, kopilot Fajar, serta teknisi Iswahyudi ini jatuh pada Rabu (15/9). Saat ditemukan, bangkai pesawat berada di ketinggian 400 meter di Pegunungan Sugapa.

"Lokasi jatuhnya pesawat tidak jauh dari bandara Sugapa, namun harus dicapai dengan berjalan kaki," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal di Jayapura, saat itu.

Sementara itu, Wakil Komandan Yonif Mekanis 521/DY dari Pos Intan Jaya Satgas Pamrahwan, Mayor Infanteri Edi Dipramono, mengungkapkan koordinat jatuhnya pesawat sudah ditemukan oleh helikopter carteran Satgas Elang.

"Titiknya hanya 3,4 km dari Bandara, dan dari Pos Bilogai Satgas Yonif 501 hanya berjarak 2,2 km," ungkap Edi.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.