detikcom Do Your Magic

Asap Sampah di Pondok Betung Bikin Engap, Warga Pengidap Asma Tak Tahan

Firda Cynthia - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 15:26 WIB
Lahan pembuangan dan pembakaran sampah di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, 20 September 2021. (Firda Cynthia/detikcom)
Lahan pembuangan dan pembakaran sampah di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, 20 September 2021. (Firda Cynthia/detikcom)
Jakarta -

Asap sampah mengebul dari lahan terbuka pembuangan dan pembakaran sampah liar di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). Polusi asap pembakaran sampah yang berlokasi dekat permukiman penduduk itu membuat pernapasan sesak.

Salah satunya Aan Sukaeti (40), warga Gang Sawo, Pondok Betung, Pondok Aren. Ia mengatakan asap pembakaran sampah liar yang berada di dekat tempat tinggalnya itu kerap membuat pernapasannya sesak.

"Kalau pas lagi bakar (sampah), asapnya itu bikin engap," katanya, saat ditemui detikcom, Senin (20/19/2021).

Terlebih, kata dia, ia merupakan seorang penyintas asma. Lantas pernapasannya kerap terasa terganggu setiap tumpukan sampah di lahan terbuka itu sedang dibakar.

"Saya punya asma jadi agak susah. Kalau lagi bakar itu aduh udah enggak tahan deh," kata Aan saat ditemui detikcom terpisah.

Bahkan, menurut Aan, asap pembakaran sampah itu masih tetap tercium meski ia berada di dalam rumah. Tak jarang bau tak sedap dari asap pembakaran itu membuat tidurnya terganggu.

"Iya kadang ngebakar-nya malam. Tetap kecium (saat di dalam rumah). Kadang malah enggak bisa tidur. Engap karena asap," lanjutnya.

Aan mengharapkan agar pihak yang berwenang dapat merampungkan persoalan sampah di dekat rumahnya tersebut. Ia ingin sampah itu dipindahkan.

"Ya dipindahin sampahnya. Jangan di sini bakarnya. Biar polusinya enggak kena. (Efek terhadap) pernapasan apa lagi kan," ujarnya.

Hal senada dialami Madis (50), warga Gang Sawo, Kelurahan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, yang bertempat tinggal di radius sekitar 30 meter dari lokasi pembakaran.

"Sampahnya bau. Terasa bau. Asapnya juga (bau). Kalau enggak ada angin, itu asapnya ngulek (menetap) di sini. Asapnya pedes," kata Madis.

Ia mengatakan, bau tak sedap dari gunungan sampah tersebut sangat tercium saat sedang dibakar. Menurutnya, bau asap pembakaran sampah masih bisa tercium dalam radius 100 meter.

"(Tercium) sampai ke belakang juga. Ada lah 100 meter. Apalagi kalau lagi dibakar itu asapnya, wah mantap," ujarnya terkekeh.

Selain itu, kata Madis, bau tak sedap dari gunungan sampah itu muncul di kala hujan. Setelah hujan, kata dia, bau busuk dari lahan sampah itu masih menyeruak.

"Banyak yang komplain. Komplainnya malah kalau banjir terus bau. Sampahnya bau, kalau habis hujan, terus kemudian panas, itu bau," katanya.

Lahan terbuka tersebut tepatnya di Gang Sawo, RT 07 RW 11, Kelurahan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan. Lokasi lahan terbuka tersebut agak tersembunyi di ujung tikungan gang.

Pantauan detikcom pada Senin (20/9) di lokasi, tampak titik-titik pembakaran di tengah tumpukan sampah itu. Abu bekas pembakaran sampah telah menggunung. Bau tak sedap yang muncul dari lahan sampah itu membuat orang di sekitar tak nyaman.

(aik/dnu)