Pemkot Bekasi Evaluasi Kontrak TPST Bantargebang yang Habis Oktober

Antara News - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 13:00 WIB
Puluhan truk sampah antre di TPST Bantargebang, Kota Bekasi. Pada hari pertama Lebaran tercatat ada 2.142 ton sampah yang dikirim warga Jakarta ke Bantargebang.
TPST Bantargebang, Kota Bekasi (Rengga Sencaya/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, mengevaluasi kontrak kerja sama pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dengan Pemprov DKI Jakarta. Kontrak kerja sama itu akan berakhir bulan depan.

"Pemerintah Kota Bekasi tengah mengevaluasi kerja sama tersebut karena bulan Oktober ini akan habis," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, seperti dilansir dari Antara, Senin (20/9/2021).

Pria yang akrab disapa Pepen itu menyebut perjanjian kontrak kerja sama pengelolaan TPST Bantargebang disusun berdasarkan kurun waktu 5 tahun sekali. Dia berharap pengelolaan sampah di Bantargebang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan.

"Kita ingin seperti lima tahun yang lalu, harus ada tempat pembuangan sampah terpadu yang menggunakan energi terbarukan, yaitu menjadi listrik, menjadi bahan batu briket bara, supaya mengurangi tumpukan sampah," katanya.

Pepen mengatakan Pemprov DKI juga tengah membahas klausul perjanjian kontrak kerja sama dalam kurun waktu 5 tahun mendatang. Dia menjelaskan lahan TPST Bantargebang baru diperluas sekitar 15 hektare atau menjadi 125 hektare total keseluruhan lahan.

"Kita sudah berkoordinasi dengan DKI, kan itu memang setiap lima tahun sekali akan dievaluasi," ucapnya.

Perluasan area TPST dilakukan lantaran kerap terjadi peristiwa pemulung tertimbun sampah. Saat ini lokasi tersebut sudah mampu menampung lebih banyak sampah lagi.

"Salah satu yang dikhawatirkan adalah nasib para pemulung. Sudah beberapa kali kejadian pemulung tertimbun sampah longsor," kata dia.

(idn/haf)