Round-Up

Sakit Hati Membekas Bikin Geraldus Molotov Rumah Pendeta Lukas

Tim detikcom - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 07:31 WIB
Makassar -

Perasaan sakit hati karena mengaku difitnah kerap bermain judi menjadi dalih Geraldus melempar bom molotov ke rumah pendeta Lukas Dayung di Makassar, Sulawesi Selatan. Namun pengakuan Geraldus tersebut dibantah mentah-mentah oleh pendeta Lukas.

Awal Mula Penangkapan

Peristiwa pelemparan bom molotov di rumah seorang pendeta pimpinan Gereja Toraja Klasis Makassar bagian Timur ini, terjadi di kawasan perumahan dosen, Makassar, Sulsel, pada Minggu (19/9) sekitar pukul 01.00 WITA. Aparat kepolisian gabungan yang menginterogasi korban dan melakukan penyelidikan, kemudian menangkap pelaku tak jauh di sekitar TKP.

"Jadi tadi ada kejadian salah satu rumah warga di kecamatan tamalanrea dilempar bom Molotov oleh satu orang pelaku yang sementara ini sudah kami amankan gabungan dari Resmob Polda Sulsel, Jatanras Polrestabes Makassar , dan Polsek Tamalanrea," ujar Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, Iptu Afhi Abrianto, pada Minggu (19/9/2021).

Dari hasil interogasi awal, pelaku mengaku sebagai mantan pekerja di Gereja tempat korban melayani. Pelaku nekat melakukan perbuatannya, lantaran merasa difitnah dan dipecat oleh korban.

"Untuk motif pelaku saat kami interogasi bahwa pelaku merasa sakit hati karena sudah difitnah dan dipecat dari kerja oleh korban," kata Afhi.

Lanjut Afhi, pelaku juga telah mengakui perbuatannya. "Untuk pelaku untuk saat ini hanya satu orang dari interogasi," tutur Afhi.

Dalam kasus ini, polisi turut menyita barang bukti. Barang bukti ini berupa bensin hingga botol plastik yang digunakan untuk membuat bom molotov.

"Barang bukti yang diamankan saat kami geledah rumah pelaku, ada botol berisi bahan bakar bensin, ada beberapa buah isolasi warna hitam dan selang mengeluarkan bensin dari motor pelaku," jelas Afhi.