Round-Up

Teka Teki Pria Berjaket Ojol di Kematian Ketua Majelis Taklim

Tim detikcom - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 07:17 WIB
Lokasi Penembakan Ketua Majelis Taklim di Tangerang
Lokasi penembakan (Foto: Rakha/detikcom)
Jakarta -

A (43) seorang ketua majelis taklim di Pinang, Tangerang tewas ditembak orang tak dikenal. Pria berjaket ojek online (ojol) diduga menjadi pelaku penembakan.

Kejadian itu tejadi pada Sabtu (18/9/2021) usai korban salat masjid. Tembakan itu mampu menembus pinggang korban.


Korban sempat dilarikan ke RS Mulya Pinang, Kota Tangerang. Namun sayang, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.17 WIB.

"Sepertinya pelurunya tembus (pinggangnya)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dimintai konfirmasi, Minggu (19/9).

Pintu samping rumah ketua majelis taklim tempat penembakan di TangerangPintu samping rumah ketua majelis taklim tempat penembakan di Tangerang Foto: Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom

Yusri mengatakan pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Diketahui, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan sebuah proyektil.

"Sekarang kami lagi menunggu hasil otopsi dari rumah sakit kemudian hasil laboratorium proyektil. Karena memang di TKP ditemukan proyektil. Kami tunggu hasil dari Labfor," ucap Yusri

Terbuka Kemungkinan Pengemudi 'Koboi' Juga Jadi Tersangka Kasus LakaKombes Yusri Yunus (Fathan/detikcom)

Pelaku Diduga Mengenakan Jaket Ojol

Keluarga A menyebut ada yang melihat seseorang lari setelah terdengar suara tembakan. Orang tersebut mengenakan jaket ojol.

"Ada 5 (bersaudara). Itu adiknya yang bopong pas setelah salat, dia yang bawa. Pokoknya pas dengar tembakan, ada orang lari, dia bawa ojol (ojek online)," kata kakak kandung korban, Santos saat ditemui di kediaman A, Pinang, Tangerang, Minggu (19/9/2021).

Polisi pun membenarkan bahwa ada kesaksian warga soal diduga pelaku mengenakan jaket ojol.

"Iya itu (pakai jaket ojol), menurut keterangan saksi sedang kita dalami. Keterangan-keterangan saksi masih kita dalami. Motifnya masih kita dalami," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus kepada wartawan, Minggu (19/9/2021).

Lihat juga video 'Terekam CCTV, Aktivitas Pria di Jaktim Sebelum Tewas saat Live TikTok':

[Gambas:Video 20detik]



Ketua RW di kediaman korban, Ahmad Mangku, juga mengungkapkan hal yang sama, orang yang diyakini sebagai pelaku mengenakan jaket ojol. Menurut Ahmad, para pelaku melarikan diri menggunakan satu motor.

"Ya, ya (pakai jaket ojol). Berboncengan satu motor," terang Ahmad.

Rumah ketua majelis taklim yang tewas di tembak di Pinang, TangerangRumah ketua majelis taklim yang tewas di tembak di Pinang, Tangerang Foto: Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom

Pria Berjaket Ojol Sempat Ngopi

Ketua RW Ahmad juga mengungkapkan kesaksian ipar korban yang kebetulan berjualan makanan dan minuman. Warung tersebut berada di seberang lokasi penembakan korban.

Keterangan ipar korban yang diungkapkan Ketua RW setempat, selama beberapa hari sebelum penembakan ada orang asing mengenakan jaket ojol yang makan dan minum kopi di warungnya.

"Kebetulan iparnya itu ada yang jual nasi uduk dan dagang kopi. Ini ada orang asing 4 hari pakai baju ojol warna hijau kalau beli makanan kok duduk lama, terus ngopi lama. Sampai terakhir sebelum kejadian, habis maghrib masih beli es," cerita Ahmad.

"Kok azan magrib masih beli es aja, duduk di teras sekolah SD. Karena ini gang, mungkin saja dia tunggu korban," imbuhnya.

Pelaku Diduga Dua Orang

Pihak kepolisian tengah menyelidiki kasus penembakan seorang ketua majelis taklim berinisial A (43) di Pinang, Tangerang. Polisi menyebut ada dua orang terduga pelaku penembakan tersebut.

"Pelaku diduga dua orang, sekarang masih penyelidikan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Minggu (19/9/2021).

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan proyektil peluru di lokasi.

"Sepertinya pelurunya tembus, karena ditemukan satu butir proyektil di lokasi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Minggu (19/9/2021).

(aik/isa)