MC Wanita Dilarang Tampil di Acara Koster Pernah Bawakan Acara Menteri-Presiden

Sui Suadnyana - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 20:50 WIB
Putu Dessy Fridayanthi berfoto bareng Presiden Jokowi (Dok istimewa)
Foto: Putu Dessy Fridayanthi berfoto bareng Presiden Jokowi (Dok istimewa)
Denpasar -

Master of ceremony (MC) wanita bernama Putu Dessy Fridayanthi yang dilarang tampil saat acara dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster bukan orang sembarangan. Kiprah Dessy tak sebatas MC lokal, tetapi nasional hingga internasional.

Dessy sebagai MC sudah biasa tampil membawakan acara menteri dan presiden. Bahkan ia juga sempat membawakan event International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) di Nusa Dua, Bali pada 2018.

"Jadi MC RI-1 itu awalnya adalah ketika Bapak Jokowi waktu itu (2017) ke Bali ada kegiatan, dan saya dipercaya untuk membawakan acara tersebut," kata Dessy saat ditemui detikcom usai membawakan acara yang dihadiri Menteri BUMN Erik Tohir di Kampus STMIK Primakara, Denpasar, Minggu (19/9/2021).

Dessy mengaku dipilih jadi pembawa acara pertama waktu itu karena dilihat dari pengalaman dirinya sudah sering bekerja untuk pihak kementerian. Selain itu juga karena sudah sering membawakan acara formal.

"Dan kebetulan acara pertamanya itu dalam Bahasa Inggris, dan untungnya acara yang saya bawakan itu berjalan dengan lancar. Dari awal pertamanya lancar akhirnya ke berikutnya dengan mudah mendapatkan kepercayaan," terang Dessy.

Kesuksesan membawakan acara pertama kali tersebut juga diikuti saat event kedua, ketiga dan seterusnya. Karena itu, ia akhirnya kenal dengan beberapa pihak protokoler Istana Negara. Selain itu, ia juga akrab dengan event organizer yang mengelola kegiatan RI-1 sesuai standar kenegaraan.

"Intinya adalah menjaga kualitas kerja saya secara profesional dan itu yang membuat mungkin akhirnya pihak-pihak yang bekerja sama dengan saya mau terus menggunakan jasa saya," tutur Desy.

Dessy menuturkan, dirinya bisa membawakan acara presiden karena sering membawakan event berbagai kementerian, seperti Kementerian BUMN dan Kementerian PUPR dan sebagainya. Dalam acara itu, pihak kementerian mengundang presiden untuk hadir.

Sebelum acara, Dessy terlebih dahulu bekerja sama dengan protokol kementerian. Karena acara dihadiri oleh Presiden, maka saat hari H, protokol istana juga hadir di lokasi acara untuk memberikan arahan.

"Kalau misalnya acara di Bali, acaranya acara kementerian, tapi kan kita koordinasi dulu dengan protokol kementerian, setelah hari-H biasanya baru protokol Istana. Protokol kementerian dan protokol Istana kompak, belum pernah ada berseberangan prinsip dan adat budaya (atau) konsep, nggak ada! Aturan-aturannya sama, lurus dari atas ke bawahnya," papar Dessy.

Dari sekian banyak mengisi acara kementerian hingga presiden, Dessy nampaknya tak pernah melupakan momentum dirinya bisa jadi MC di IMF-WB 2018. Ia mengakui momentum itu menjadi yang paling berkesan hingga saat ini.

Menurut Dessy, saat itu dirinya membawakan acara untuk RI-1. Biasanya acara Presiden dihadiri oleh masyarakat Indonesia. Namun saat itu acara dihadiri oleh negara tetangga sehingga dirinya berupaya tampil maksimal guna mengharumkan nama bangsa.

"Itu yang ditekan oleh protokol istana (waktu itu), Ecy lho harus nge-MC yang perfect, bagus, no mistake ya, karena ini membawa nama negara. (Kalau) sampai acaranya salah, ada kesalahan, nggak bagus, lho mencoreng nama negara. So akhirnya bisa menjalankan dengan benar, aman," terang Dessy.

"Itu waktu itu kerja sama bilateral kedua negara dan saya juga membawakan in English. Dan itu kan dihadiri oleh pihak pejabat negara lain dan pejabat negara kita. So nggak ada masyarakat Indonesia yang hadir dan itu terbatas," imbuhnya.

Dessy mengungkapkan, suasana acara itu berbeda dari biasanya. Sebab sebelum pandemi, masyarakat selalu ingin berbondong-bondong dan berdesak-desakan ingin foto dengan presiden.

"Nah karena ini saat acara IMF itu yang hadir pejabat-pejabat negara, tidak ada tradisi rebut-rebutan untuk foto. Jadi saya cuma izin sama Karo Protokol Istana, 'Pak izin Pak boleh minta foto dengan Pak Jokowi, habis itu dengan mudahnya 'Iya tunggu di sini saya panggilkan bapak,' gitu sopan banget, baik banget," papar Dessy.

"Habis itu langsung fotoan tanpa desak-desakan, sempurna. Itu foto tersempurna yang pernah saya punya dengan presiden yang saya kagumi. Syukurnya waktu itu belum pandemi, masih belum tutup masker, masih boleh salaman, jabatan tangan. Itu momen ter-the best," kisahnya.

(isa/isa)