Sudut Pandang

Menepis Viral Sebutan Kampung Janda

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 07:12 WIB
Jakarta -

Salah satu kampung yang berada di Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor viral dengan sebutan Kampung Janda. Namun warga yang berada di Kampung di antara Gunung Salak dan Gunung Pangrango ini menolak dengan sebutan tersebut.

Terkenal dengan julukan Kampung Janda tidak membuat warganya senang. Karena, kampung yang sebenarnya memiliki nama Kampung Panyarang ini tidak merasa di tempat tinggalnya banyak janda seperti apa yang ramai dibicarakan.

"Tidak ada perbedaan yang menjadi janda secara berbeda jauh kalo menurut saya seperti itu. Hanya kami di sini selaku pemerintah desa ketika wilayah Kampung Panyarang disebut Kampung Janda kami tidak menerima," ujar Duloh, Kepala Desa Ciburayut, kepada detikcom dalam program Sudut Pandang.

Terkenal dengan sebutan Kampung Janda Berawal dari pernyataan yang dikeluarkan dari pendatang yang sempat tinggal di desa, kemudian tersebar dan membuat kampung ini terkenal dengan sebutan Kampung Janda.

"Mungkin yang menyebut Kampung Janda itu oknum karena orangnya orang pendatang kalau dibilang Sunda orang mumara. Yang menjuluki Kampung Janda sebagian tokoh berikut saya tidak setuju mau dicabut udah viral ke mana-mana. Bisa disebut pelecehan atau penghinaan untuk kampung saya," ujar salah satu tokoh masyarakat, H. Tajudin (54).

Menurut Duloh sebutan Kampung Janda muncul karena di kampung tersebut pernah terjadi insiden yang menimpa para suami ketika bekerja sebagai buruh harian lepas di tambang ilegal. Padahal aslinya ada pula yang menjanda karena suaminya meninggal sakit atau sebab lainnya.

"Disimpulkan bahwa di Kampung Panyarang ini dengan mata pencaharian di galian C banyak yang meninggal. Sehingga banyaklah ibu-ibu yang ditinggal suami, mungkin kalau menurut saya berita ini awalnya dari sana," ujar Duloh

"Karena itu ada yang (meninggal) dari (kecelakaan kerja di) tambang, ada yang sakit juga jadi nggak selalu janda kecelakaan di tambang juga ada yang sakit," ujar salah satu warga, Siti Yuningsih (46).

Krisis pendidikan pun pernah terjadi di kampung ini. Anak-anak kelas 6 SD kala itu terpaksa putus sekolah karena bekerja demi membantu perekonomian keluarganya. Mereka bekerja di salah satu tambang ilegal tersebut.

"Ini terjadi kurang lebih di tahun 1996, saya lupa waktunya. Setelah ketahuan seperti itu kami semua, mungkin dari pemerintah desa dari pihak MUSPIKA (Musyawarah Pimpinan Kecamatan), dari pihak pendidikan mencoba memberikan saran masukan dan mengajak kepada warga masyarakat Kampung Panyarang akan pentingnya pendidikan untuk masa depan anak-anak atau putra-putrinya," ujar Duloh, Kepala Desa Ciburayut.

Warga pun berharap kalau Kampung Panyarang tidak lagi disebut-sebut sebagai Kampung Janda dan tidak ingin lagi pendatang berkunjung ke kampung ini karena sebutan Kampung Janda.

"Harapannya dihilangkan saja, supaya nggak dibilang Kampung Janda lagi. Nggak mau Kampung Janda. Ya, (maunya) Kampung Panyarang aja." tutup Siti Yuningsih (46) sembari tertawa.

(fuf/gah)