Jazilul Fawaid: Santri Punya Hak Jadi Pemimpin

Eqqi Syahputra - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 21:53 WIB
MPR RI
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid, melakukan Dialog Kebangsaan di Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon. Ia berpesan, selain memiliki trah keilmuan, baik ilmu agama, sosial dan berbagai ilmu lainnya, santri juga memiliki trah kepemimpinan. Karena itu, santri memiliki hak untuk menjadi seorang pemimpin.

"Saya ingin menyampaikan kepada para santri bahwa santri punya hak untuk menjadi pemimpin. Di negeri ini, saya katakan pesantren, santri, pertama punya trah keilmuan. Namanya juga santri, ulama, jangan sampai para santri itu kehilangan trah keilmuannya. Santri kok nggak pintar, nggak punya ilmu, ya bukan santri, utamanya ilmu agama," ujar Jazilul dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/9/2021).

Pesan senada juga disampaikan Jazilul saat Sosialisasi 4 Pilar di Pondok Pesantren Ulumuddin, Susukan, Cirebon Kamis (16/9). Menurutnya, santri dan ulama memiliki peran besar dalam kemerdekaan Indonesia.

"Dulu itu tidak diakui, alhamdulillah 2015 diakui ada Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober," tambah Jazilul.

Pemilihan tanggal Hari Santri Nasional tersebut dikarenakan bersamaan dengan momentum Resolusi Jihad di Surabaya, dimana para ulama saat itu, khususnya KH Hasyim Asy'ari mengeluarkan fatwa wajib hukumnya kaum muslim laki-laki dewasa dalam radius 94 km untuk berjuang melawan penjajah.

"Setelah 22 Oktober 1945, ada peristiwa besar tanggal 10 November 1945 yang disebut Hari Pahlawan. Tidak akan pernah ada Hari Pahlawan 10 November jika tidak ada tanggal 22 Oktober 1945 (Resolusi Jihad)," tuturnya.

Selain itu, pada 2 September 2021, Presiden Joko Widodo mengesahkan Peraturan Presiden (Prepres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren yang mengatur tentang dana abadi pesantren. Ia mengatakan, hal ini merupakan bentuk pengakuan negara terhadap kalangan pesantren yang selama ini terpinggirkan.

Wakil Ketua Umum DPP PKB ini menuturkan, dengan disahkannya Perpres tersebut kini para santri dan juga pesantren memiliki peluang yang lebih luas untuk mengembangkan diri dan bersaing dalam menapaki tantangan global.

"Dulu pondok pesantren dianaktirikan. Lulusan-lulusan pesantren sulit untuk menempuh jenjang pendidikan di luar negeri karena subsidi dan support pemerintah kurang. Dengan Perpres Dana Abadi Pesantren ini, terbuka peluang untuk santri melanjutkan pendidikan di dalam dan luar negeri," pungkas dia.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia KH Imam Jazuli, sejumlah politisi PKB antara lain Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, Anggota Komisi VIII DPR KH Maman Imanulhaq, Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon Hasan Bashori, Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Barat Muhammad Shidqon, dan sejumlah politikus PKB lainnya.

(prf/ega)