Kakorlantas Terkait Oknum PJR Pukul Sopir di Tol: Miskomunikasi soal STNK

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 19:46 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Istiono meninjau jalur Tol Trans Jawa di gerbang Tol Brebes Timur, Senin (9/12/2019).
Kakorlantas Irjen Istiono (Imam Suripto/detikcom)
Jakarta -

Sebuah video merekam dugaan penganiayaan anggota polisi Patroli Jalan Raya (PJR) terhadap pengendara di Tol Jakarta-Cikampek. Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengatakan peristiwa itu terjadi karena miskomunikasi soal surat tanda nomor kendaraan (STNK).

"Ada miskomunikasi antara pelanggar sama petugas," kata Istiono saat dihubungi, Sabtu (18/9/2021).

Istiono menyebut pengendara mobil itu melakukan pelanggaran lalu lintas. Pengendara mobil kemudian mempertanyakan STNK miliknya yang tidak kunjung diberikan petugas.

Menurut Istiono, pihaknya tidak menahan STNK dari pemobil tersebut. STNK tersebut masih berada di mobil petugas dan akan dikembalikan lagi ke pemiliknya.

"Sebenarnya STNK ketinggalan di mobil (petugas). Keburu-buru diviralkan seolah-olah polisinya yang salah," jelas Istiono.

Provos Turun Tangan

Terkait dugaan penganiayaan itu, Istiono mengaku pihaknya akan melakukan penyelidikan. Kedua anggota PJR yang bertugas di lokasi pun telah dimintai keterangan oleh anggota Provos.

"Lagi didalami lagi anggota untuk diklarifikasi sama Provos kita," ujar Istiono.

Peristiwa itu disebut terjadi di Tol Jakarta-Cikampek Km 35. Awalnya, seorang rekan korban merekam dua orang anggota PJR sambil terdengar meluapkan kekesalannya.

"Seorang anggota PJR di Km 35 Jakarta-Cikampek, STNK temen saya belum dikasih dibilangnya sudah dikasih. Aneh nih PJR, gila. Dan temen saya dianiaya, dipukul. Bibirnya pecah berdarah," kata perekam video.

"PJR-nya nih emosi. Polisinya nih emosi dia mukul temen saya. PJR-nya nih," tambahnya.

Perekam video itu tampak kesal terhadap dua anggota polisi PJR tersebut. Tidak berselang lama, satu anggota kepolisian kemudian terlihat membekap leher rekan perekam video.

"Tuh lihat tuh polisi tuh, tolong... tolong...," teriak perekam video.

(ygs/mea)