Harga Jagung Masih Tinggi, PDIP Minta Mendag-Mentan Eksekusi Arahan Jokowi

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 19:04 WIB
Ono Surono, ketua dpd pdip jawa barat, ketua dpd pdip jabar, anggota komisi iv dpr, pdip
Ono Surono (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Emak-emak di Blitar menggeruduk Suroto, peternak yang bertemu dengan Presiden Jokowi terkait harga jagung. Mereka menagih janji Jokowi untuk menurunkan harga jagung menjadi Rp 4.500 per kilogram.

Anggota Komisi IV Fraksi PDIP Ono Surono meminta Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian segera mengeksekusi arahan Jokowi. Menurutnya, persoalan in tidak terlepas dari manajemen tata niaganya.

"Permasalahan jagung ini tidak terlepas dari produksi dan tata niaganya, sehingga dengan komitmen yang sudah disampaikan oleh Presiden bahwa harga jagung Rp 4.500 harus segera dieksekusi oleh Mentan dan Mendag," kata Ono, kepada wartawan, Sabtu (18/9/2021).

Ono mengatakan perlu langkah cepat dari pemerintah terkait hal ini. Dia juga mengatakan perlunya mengkaji ulang program upaya khusus produksi jagung.

"Perlu langkah cepat sehingga peternak bisa mendapatkan kepastian. Untuk jangka panjang, perlu me-review kembali Program Upsus Jagung yang pernah disampaikan bahwa Indonesia sudah bisa ekspor jagung dan mengurangi impor jagung," ujarnya.

"Artinya, program yang dibuat oleh Mentan bukan semata program yang hanya menyenangkan Presiden dan rakyat sesaat, tetapi harus menjadi program yang berkelanjutan. Bagi peternak skala kecil, kebutuhan jagung masih sangat besar, di saat pakan pabrik harganya juga sangat tinggi," lanjut Ono.

Dia lantas meminta Jokowi menjalankan Badan Pangan Nasional sehingga tidak ada lagi ketidaksinkronan di antara kementerian terkait.

"Kondisi seperti ini juga bisa menjadi dasar bagi Presiden untuk segera menjalankan Badan Pangan Nasional, yang berfungsi melakukan koordinasi, perumusan, dan penetapan kebijakan ketersediaan pangan, stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta kerawanan pangan," ucapnya.

"Sehingga tidak ada lagi ketidaksinkronan antara Mentan dan Mendag terkait masalah pangan," tambah Ono.

Simak berita selengkapnya di halaman berikut