Dramatis! Aparat Ditembaki Saat Evakuasi Jasad Gabriella Maelani dari Jurang

Herianto Batubara - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 18:54 WIB
Proses evakuasi jenazah suster Gabriella Maelani (22), salah satu nakes korban kekejaman KKB berlangsung dramatis. Aparat ditembaki KKB. (dok TNI AD)
Proses evakuasi jenazah Suster Gabriella Maelani (22), salah satu nakes korban kekejaman KKB berlangsung dramatis. Aparat ditembaki KKB. (Foto: dok. TNI AD)
Jakarta -

Aparat gabungan TNI-Polri berhasil mengevakuasi jenazah Suster Gabriella Maelani (22), salah satu tenaga kesehatan yang menjadi korban kekejaman KKB. Evakuasi ini berlangsung dramatis karena KKB melakukan penembakan saat jenazah dievakuasi dari jurang.

Peristiwa ini disampaikan TNI AD dalam situs resminya seperti dilihat detikcom, Sabtu (18/9/2021).

Keterangan tertulis dari Penerangan Korem 172/PWY, pada Rabu (15/9) aparat TNI-Polri berhasil menemukan jenazah Suster Gabriella Maelani. Aparat juga menemukan Suster Kristina Sampe Tonapa yang selamat dari kejaran KKB Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo Alipki Taplo.

Kristina Sampe baru bisa dievakuasi pada Kamis (16/9) karena cuaca yang tidak mendukung. Sementara jenazah Gabriella dievakuasi keesokannya.

Proses evakuasi jenazah suster Gabriella Maelani (22), salah satu nakes korban kekejaman KKB berlangsung dramatis. Aparat ditembaki KKB. (dok TNI AD)Jenazah Suster Gabriella Maelani akhirnya bisa dievakuasi pada Jumat (17/9) (dok TNI AD)

Medan Evakuasi yang Berat

Tim evakuasi gabungan dari Yonif RK 751/VJS, Yonif 403/WP, dan Polsek Kiwirok membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mengangkat jenazah Gabriella. Kondisi medan yang terjal dengan kemiringan 90 derajat dan kedalaman 300 meter membuat tim yang bertugas mengalami kesulitan.

Tidak hanya itu, selama proses evakuasi berlangsung, tim gabungan TNI-Polri mendapat gangguan tembakan dari KKB. Penembakan dilakukan dari seberang jurang lokasi jenazah Suster Gabriella ditemukan.

Danrem 172/PWY mengatakan rencananya evakuasi jenazah Gabriella ke Jayapura akan dilanjutkan pada Sabtu (18/9) dengan mengamati cuaca dan keamanan di Distrik Kiwirok. Saat ini pengetatan keamanan telah dilakukan dengan menempatkan 1 SST personel Yonif RK 751/VJS.

Penyerangan terhadap nakes itu terjadi di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, pada Senin (13/9). Selain itu, setidaknya ada lima orang nakes yang mengalami luka.

Saat ini seorang dokter Geral Sukoi (28) dilaporkan masih hilang. Dia dilaporkan sempat dipukul balok hingga kemudian didorong ke jurang.

Tonton juga Video: Aksi Keji Teroris KKB di Pegunungan Bintang Papua

[Gambas:Video 20detik]




(hri/jbr)