Viral Pria Diduga Dianiaya Petugas Lapas di Medan, Kalapas Ungkap Faktanya

Datuk Haris Molana - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 18:33 WIB
ilustrasi penjara
Ilustrasi (Andi Saputra/detikcom)
Medan -

Sebuah video memperlihatkan punggung seorang pria tampak berwarna merah seperti lebam viral di media sosial (medsos). Peristiwa itu disebut terjadi di Lapas Kelas I Medan, Sumatera Utara.

Dilihat detikcom, Sabtu (18/9/2021), tampak video berdurasi 45 detik memperlihatkan tubuh bagian belakang (punggung) seorang berwarna kemerahan seperti lebam. Dalam video itu, ada seorang pria yang berbicara. Dia awalnya meminta agar pria yang lebam-lebam itu membuka seluruh bajunya.

Lalu dia menyebut tindakan itu diduga dilakukan oleh pegawai Lapas Kelas I Medan. Dia pun menyebut mereka itu manusia, bukan binatang.

"Inilah tindakan pegawai Lapas Kelas I Medan. Kami bukan binatang, kami manusia, Pak," ucap pria dalam video itu.

Pria dalam video itu juga menyebut adanya pemerasan di lapas itu. Dia mengaku dimintai uang Rp 30-40 juta.

"Kami di-deren sampai bertahun-tahun di sini masalah kecil saja. Diminta uang Rp 30-40 juta, baru bisa keluar. Kalau nggak, kami dipukuli seperti ini kalau nggak kasih uang," ucap pria itu.

Dalam video juga disebut aksi kekerasan yang diduga dilakukan petugas lapas. Aksi kekerasan disebut terjadi di dalam sel Lapas Kelas I Medan, Tanjung Gusta.

Respons Kalapas

Sementara itu, Kalapas Kelas I Medan Erwedi memberikan penjelasan soal video itu. Dia menyebut video itu benar terjadi di Lapas I Medan.

"Kami memang sedang melakukan pemeriksaan terkait adanya video viral tersebut. Untuk sementara diduga itu betul di Lapas I Medan," kata Erwedi saat dimintai konfirmasi, Sabtu (18/9/2021).

Dia tidak menjelaskan secara detail peristiwa itu. Dia menyebut petugas belum selesai melakukan pemeriksaan.

"Cuma pemeriksaan belum selesai. Yang jelas, kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena pemeriksaan juga nanti juga akan dilakukan oleh tim dari Kantor Wilayah Divisi Pas terkait video tersebut," ucap Erwedi.

Selain itu, Erwedi membantah adanya pemerasan seperti yang dikatakan pria dalam video itu. Dia menyebut kasus itu saat ini sedang dalam pemeriksaan pihaknya.

"Jadi yang jelas itu juga masih dalam pemeriksaan. Namun saya nyatakan kalau yang itu tidak benar karena itu trap cell. Trap cell bagi orang-orang yang memang melakukan pelanggaran. Jadi memang di trap cell itu ditempatkan orang-orang yang melakukan pelanggaran," ucapnya.

(zap/zap)