Tentang Muhammad Kece, Terjerat Kasus Penistaan Agama hingga Dianiaya di Rutan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 13:09 WIB
Muhammad Kece
Foto: YouTube MuhammadKece
Jakarta -

Muhammad Kece merupakan tersangka kasus penistaan agama yang ditangkap oleh Bareskrim Polri. Ucapan Muhammad Kece di akun YouTube-nya dinilai telah menistakan agama.

Kasus ini berawal ketika video YouTube Muhammad Kece viral di media sosial. Dalam video itu, Kece menistakan agama Islam dengan menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai pengikut jin.

Berikut ini kata-kata Muhammad Kace yang dianggap menistakan Islam:

Selain soal kitab kuning dan ajakan meninggalkan ajaran Islam, Muhammad Kece menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai pengikut jin. Dia bahkan menyebut Nabi Muhammad SAW tak dekat dengan Allah.

"Karena memang Muhammad bin Abdullah ini pengikut jin," ujarnya dalam tayangan di akun YouTube Muhammad Kece berjudul 'Kitab Kuning Membingungkan' yang diunggah pada 19 Agustus 2021.

Dalam video lainnya yang berjudul 'Sumber Segala Dusta', Muhammad Kece juga menyebut, "Muhammad ini dekat dengan jin, Muhammad ini dikerumuni jin, Muhammad ini tidak ada ayatnya dekat dengan Allah."

Dia lalu menyelewengkan ucapan salam dan mengubah kata 'Allah' menjadi 'Yesus'. Tak hanya dalam ucapan salam saja, Muhammad Kece juga mengubah beberapa kalimat dalam ajaran Islam yang menyebut nama Nabi Muhammad SAW.

"Assalamualaikum, warrahmatuyesus wabarakatu. Alhamduyesus hirabbilalamin, segala puji dinaikkan ke hadirat Tuhan Yesus, Bapa di surga yang layak dipuji dan disembah," ucap Muhammad Kece di dalam video yang diunggahnya di channel YouTube.

Hal itu diucapkan Muhammad Kece layaknya seorang muslim sedang menyampaikan khotbah.

Pernyataan itu dikecam oleh sejumlah pihak. Salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Lembaga Dakwah PBNU yang juga Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Abdul Muiz Ali yang mengecam pernyataan Muhammad Kece yang menyebut kitab kuning yang diajarkan di pondok pesantren menyesatkan dan menimbulkan paham radikal. Muhammad Kece juga menyebut ajaran Islam dan Nabi Muhammad SAW tidak benar sehingga harus ditinggalkan.

"Beredarnya video M Kece melalui kanal YouTube telah nyata-nyata menistakan agama Islam. Selain M Kece, ada beberapa orang teman obrolannya juga menistakan agama Islam," kata pengurus Lembaga Dakwah PBNU yang juga Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Abdul Muiz Ali dalam keterangannya, Sabtu (21/8).

Dilaporkan

Kece pun dilaporkan Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN) Gus Rofi'i. LP yang dilihat detikcom tercantum dalam LP/B/500/VIII/2021/SPKT/BARESKRIMPOLRI memuat bahwa pihak BKN melaporkan atas dugaan penistaan agama melalui media elektronik. Muhammad Kece dilaporkan atas beberapa pasal, yaitu Pasal 45 A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU No 19 Tahun 2016, UU No 11 Tahun 2008 dan Pasal KUHP/156a KUHP.

Pelapor menganggap konten yang dimuat oleh Muhammad Kece sangat kelewatan dan merusak tatanan kehidupan yang sudah ada. Dilaporkannya Muhammad Kece ini diharapkan tidak lagi menimbulkan kegaduhan baru di tengah masyarakat.

"Kemudian, mengatakan Nabi Muhammad nggak perlu diikuti, Nabi Muhammad bin Abdullah karena mengatakan berteman dengan jin, wes banyaklah menistakan Baginda Rasulullah SAW karena bagaimanapun Nabi Muhammad ini yang dipercayai umat Islam," jelas Gus Rofi'i.

"Jadi jangan sentuh wilayah-wilayah agama orang lain," tegasnya.

Selanjutnya proses penangkapan dan penganiayaan Muhammad Kece >>>

Lihat Video: Muhammad Kece Dianiaya Sesama Tahanan di Rutan Bareskrim

[Gambas:Video 20detik]