2 Pekan Operasi, Polda Metro Sita 5.752 Ekstasi hingga 9 Kg Tembakau Sinte

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 00:28 WIB
Konferensi pers Polda Metro Jaya ungkap kasus narkoba
Konferensi pers ungkap kasus narkoba Polda Metro Jaya (Foto: Yogi/detikcom)

5.052 Butir Ekstasi Diselundupkan di Kaleng Makanan Anjing

Sejumlah modus pengiriman narkoba dari luar negeri pun juga dibongkar polisi. Salah satunya lewat modus ribuan ekstasi yang diselundupkan di kaleng makanan anjing.

Kasus itu terungkap pada Selasa (14/9). Saat itu petugas mendapatkan informasi adanya pengiriman paket ekstasi dari Belgia ke sebuah gudang pengiriman di daerah Meruya, Jakarta Utara.

Usai melakukan penyamaran, pada Kamis (16/9) petugas mendapati paket mencurigakan ini dibawa oleh seorang ojek online kepada pria inisial BP. Petugas pun segera menggeledah paket tersebut.

"Kita amankan saat BP menerima kiriman paket tersebut dalam bentuk kaleng makanan binatang. Saat digeledah isinya ekstasi 5.056 butir ekstasi," beber Yusri.

BP diketahui hanya seorang kurir. Dia mengaku mendapat arahan mengedarkan barang haram itu dari seorang napi inisial I dan napi warga negara Nigeria inisial P di dalam lapas di daerah Jawa Barat.

"Barang didalami dan arah ke napi inisial I dan kami koordinasi dengan Kemenkumham lapas diperiksa dan I dapat jatah 2.500 perbutir jadi sekitar Rp 10 juta dia kebagian. Dicek layer ke atas lagi sama-sama yang bersangkutan di napi tempat tersebut inisial P warga negara Nigeria," ujar Yusri.

Bongkar 2 Home Industry Tembakau Sintetis-Gorila

Polisi pun turut membongkar dua home industry di daerah Pasar Baru, Jakarta Pusat. Pada 1 September lalu polisi menangkap seorang tersangka inisial P di lokasi dengan barang bukti 400 gram ekstasi.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan di apartemen P di daerah Kemayoran. Hasilnya, petugas menemukan 4 Kg tembakau di lokasi.

Hasil pengembangan polisi turut menangkap AEP yang berstatus kurir seperti P. Petugas kemudian menggeledah apartemen pelaku di Basura, Jakarta Timur dan menemukan sejumlah barang bukti.

"Kami geledah di apartemen Basura Jaktim kami temukan canadinoid yakni bahan baku bibit untuk buat narkotika sintetis. Kami tarik lagi ke atas karena AEP kurir dan kami amankan seseorang inisial GBS ini adalah layer di atasnya dan ES kurir. Jadi ada 3 kurir dan 1 pengendali," beber Yusri.

Penyelidikan pun terus berkembang. Hasilnya polisi membongkar satu home industri lainnya di daerah Bogor, Jawa Barat.

"Kami temukan dan kembangkan kami tarik terus ke atas di TKP keempat. Kami temukan DR dan NF di Cihampelas Bogor. Saat digeledah di situ buat pabrik sintetis home industri ada beberapa ditemukan di situ narkotika jenis sintetis dan bibitnya," jelas Yusri.

"Di TKP selanjutnya di apartemen galeri di Bandung ditemukan ada 31 liter bahan narkotika untuk campuran pembuatan tembakau sintetis. Masih kami dalami karena salah satu tersangka kendalikan ini adalah napi di salah satu lapas di Jabar," tambahnya.


(ygs/fas)