Polri Respons Permintaan IDI soal Tarik Nakes di Papua ke Tempat Aman

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 19:39 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menunjukkan akta kematian Elwira Pryadi Zendrato, polisi terduga penembak 6 laskar FPI
Brigjen Rusdi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengutuk keras aksi keji kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menyerang tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua. Polri mengatakan keamanan tenaga kesehatan dan warga merupakan prioritas.

"Tentunya kan itu sudah menjadi hal yang diperhatikan oleh Mabes Polri, bagaimana peningkatan daripada eskalasi aktivitas dari KKB ini sendiri. Itu menjadi perhatian dari Mabes Polri dan TNI," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (17/9/2021).

Rusdi mengatakan TNI-Polri berupaya mengembalikan situasi di Papua menjadi kondusif usai ada peningkatan kekerasan oleh KKB. Dia menyebut aparat terus bekerja keras menjaga keamanan di sana.

"Sekarang sedang diupayakan, mengembalikan lagi kondisi daripada Papua untuk kondusif, itu sedang dikerjakan," tuturnya.

Rusdi mengatakan keamanan tenaga kesehatan di Papua menjadi prioritas TNI-Polri. Dia mengatakan tenaga kesehatan di Papua bakal dijaga keamanannya agar pelayanan terhadap warga berjalan baik.

"Tentunya ketika ada dorongan untuk bagaimana bisa mengamankan nakes, ya itu menjadi perhatian TNI-Polri untuk bisa mengamankan itu. Sehingga pelayanan-pelayanan kesehatan di Papua bisa berjalan dengan baik," ucap Rusdi.

Sebelumnya, tiga orang tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok hilang usai penyerangan teroris KKB pada Senin (13/9). Dua hari kemudian, dua dari tiga nakes ditemukan, salah seorang di antaranya tewas. Satu nakes lagi hingga kini belum ditemukan.

Nakes yang selamat, Marselinus Ola Attanila, menceritakan aksi keji yang dilakukan anggota teroris KKB. Menurut Marselinus, para teroris KKB sempat menganiaya dua nakes, bahkan mendorong mereka ke jurang sedalam sekitar 300 meter.

"Suster Gabriela perutnya ditusuk dan mulutnya disayat hingga Suster meninggal dunia. Demikian juga Dokter Geral Sukoi, didorong ke jurang dan hingga saat ini belum ditemukan," ungkap Marselinus di Lapangan Makodam XVII Cenderawasih, Jayapura, Jumat (17/9).

"Kami berada dalam jurang selama tiga hari dan pelan-pelan kemudian naik ke atas dan ditemukan anggota TNI dan satu per satu dari nakes bisa terselamatkan oleh TNI," sambung dia.

Simak Video: Keamanan di Papua Jadi Perhatian TNI-Polri!

[Gambas:Video 20detik]