Meutya Hafid Sebut Kapal Selam Nuklir Australia Pasti Bikin Tegang Kawasan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 17:39 WIB
Meutya Hafid
Meutya Hafid (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid menyayangkan rencana pemerintah Australia, Inggris, dan Amerika Serikat dalam membangun kapal selam nuklir di Australia. Meutya meminta Australia mengkaji rencana tersebut.

"Saya kecewa atas rencana Australia dalam membangun kapal selam nuklir. Keberadaan kapal selam bertenaga nuklir tersebut sudah pasti akan meningkatkan tensi keamanan di kawasan. Komisi I meminta Australia mempertimbangkan ulang rencana pembangunan kapal selam nuklir," kata Meutya, Jumat (17/9/2021).

Meutya menyebut Australia seharusnya berkomitmen menjaga stabilitas kawasan. Komisi I DPR khawatir rencana Australia bisa meningkatkan ancaman militer di kawasan.

"Sebagai negara tetangga, Australia sebaiknya juga mendukung program regional ASEAN untuk menjaga keamanan dengan tetap memprioritaskan pendekatan nonkekerasan dan menghormati hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982 dan perjanjian nonproliferasi," kata Meutya.

"Kami khawatir keberadaan kapal selam ini meningkatkan perlombaan senjata dan proyeksi ancaman kekuatan militer di kawasan. Di Indonesia sendiri, ancaman itu beberapa kali terjadi dengan ditemukan unmanned underwater vehicle (UUV) atau drone laut awal tahun ini di Pulau Tenggol, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, dan pada 2019 di Kepulauan Riau," imbuh Meutya.

Politikus Partai Golkar ini menyebut Indonesia pantas khawatir terhadap rencana kapal selam nuklir Australia. Indonesia diminta menolak kapal selam tersebut melintasi wilayah teritorial laut jika nantinya direalisasikan.

"Kekhawatiran Indonesia cukup beralasan karena sejumlah negara juga mengutarakan penolakannya, seperti Selandia Baru, China, dan Prancis. Bahkan, jika perlu, Indonesia perlu mempertimbangkan menolak kapal selam nuklir Australia tersebut melintas di perairan Indonesia," ujar Meutya.

Sebelumnya, Australia memutuskan membangun armada kapal selam bertenaga nuklir dengan bantuan AS dan Inggris menyusul tercapainya kesepakatan aliansi pertahanan baru ketiga negara tersebut. Indonesia prihatin atas keputusan Australia.

"Indonesia mencermati dengan penuh kehati-hatian tentang keputusan pemerintah Australia untuk memiliki kapal selam bertenaga nuklir. Indonesia sangat prihatin atas terus berlanjutnya perlombaan senjata dan proyeksi kekuatan militer di kawasan," kata pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia seperti dikutip Jumat (17/9).

(gbr/tor)