Round-Up

Mencuat G30STWK Buntut Novel Baswedan Dkk Segera Dipecat

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 06:37 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Istilah G30STWK mencuat usai penyidik senior KPK Novel Baswedan dan kawan-kawan 'dipecat' dari pegawai KPK. Istilah itu muncul sebab 56 pegawai yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) akan diberhentikan dengan hormat pada 30 September mendatang.

Adalah Direktur Sosialisasi & Kampanye Antikorupsi KPK Giri Suprapdiono yang menyampaikan istilah itu. Giri adalah satu dari 56 pegawai KPK yang akan 'dipecat'.

"G30STWK. Hari ini kami dapat SK dari pimpinan KPK. Mereka memecat kami! Berlaku 30 September 2021," ucap Giri melalui akun Twitter-nya seperti dikutip, Kamis (16/9/2021).

Giri menduga pemilihan tanggal 30 September adalah sebuah kesengajaan. Keputusan pemecatan itu, juga dinilai Giri sebagai langkah yang terburu-buru.

"Layaknya, mereka ingin terburu-buru mendahului presiden sebagai kepala pemerintahan. Memilih 30 September sebagai sebuah kesengajaan. Mengingatkan sebuah gerakan yang jahat & kejam. Diterima?" imbuhnya.

Dalam cuitan itu, Giri turut melampirkan surat yang diterimanya. Tertulis pada surat tertanggal 15 September 2021 itu adalah Surat Keputusan Nomor 1327 Tahun 2021 perihal Pemberhentian dengan Hormat Pegawai KPK.

Polemik TWK

Sebanyak 75 pegawai KPK awalnya tidak memenuhi syarat TWK untuk beralih status menjadi ASN. Sebanyak 75 pegawai gagal TWK itu dibagi menjadi 24 orang dan 51 orang, 24 orang itu akan dibina ulang.

Dari 24 orang, hanya 18 orang yang sepakat untuk dibina ulang. Sedangkan dari 51 orang, ada satu orang yang pensiun, yaitu Sujanarko. Dengan begitu, total pegawai yang akan diberhentikan nantinya adalah 56 orang.

KPK memutuskan 56 orang di antaranya akan diberhentikan dengan hormat. Pemberhentian terhitung pada 30 September 2021.

"Terhadap 6 orang pegawai KPK yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan diberi kesempatan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan, namun tidak mengikutinya, maka tidak bisa diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara dan akan diberhentikan dengan hormat per tanggal 30 September 2021," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers, Rabu (15/9/2021).

"Memberhentikan dengan hormat kepada 50 orang pegawai KPK yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) per tanggal 30 September 2021," imbuhnya.

Simak juga video 'KPK Bantah Disebut Jadi Penyalur Tenaga Kerja ke BUMN':

[Gambas:Video 20detik]