Disdik DKI Tunda Buka Sekolah Tiap Hari: Tak Ingin Jadi Klaster Corona

Tiara Aliya Azahra - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 20:12 WIB
Guru memberikan materi pelajaran saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di kawasan SDN 13 Pagi Sunter Agung, Jakarta Utara, Rabu (8/9).
Ilustrasi (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta masih menunda pembukaan sekolah setiap hari. Dinas Pendidikan DKI Jakarta masih mengkaji persiapan siswa selama beberapa pekan ke depan.

"Pembukaan sekolah setiap hari kita kan rencanakan di minggu ketiga. Tetapi karena kita melihat kesiapan anak selama libur maka kita akan evaluasi dalam 2 minggu ke depan ini," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana saat ditemui di Ruang Pola Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (16/9/2021).

Nahdiana menerangkan, keputusan penundaan pembukaan sekolah setiap hari ini diambil dengan mempertimbangkan keselamatan siswa selama pembelajaran tatap muka (PTM) berlangsung. Tujuannya demi mencegah terciptanya klaster COVID-19.

Untuk itu, pembukaan sekolah setiap hari akan dilaksanakan apabila situasi COVID-19 dianggap memungkinkan.

"Kita tak ingin menjadi klaster karena pembiasaannya ini kan anak-anak sudah lama, dan lain-lain," ujarnya.

"Jadi mungkin sama-sama saya mengatakan 'jadi kapan?', bukan. jadi pada saat dimungkinkan seperti itu, kita akan melakukan," sambung Nahdiana.

Sebagaimana diketahui, Dinas Pendidikan DKI Jakarta batal membuka sekolah setiap hari di minggu ketiga pembelajaran tatap muka. Untuk saat ini, PTM tetap digelar tiga kali dalam seminggu.

"(PTM) belum ada perubahan, jadi masih seperti semula Senin, Rabu, Jumat," kata Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah saat dihubungi, Senin (13/9)

Taga menuturkan saat ini Disdik DKI membutuhkan kajian mendalam sebelum membuka sekolah setiap hari. Jadi pihaknya belum menentukan tanggal pasti pembukaan sekolah setiap hari.

Dia juga menegaskan pembatalan bukan karena adanya temuan kasus COVID-19 di lingkungan sekolah.

(lir/lir)