Duduk Perkara Korupsi Gas Bumi hingga Jerat Alex Noerdin

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 19:59 WIB
Alex Noerdin ditahan Kejagung
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin (Foto: Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta -

Mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin ditetapkan sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan tahun 2010-2019 oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Sebelum Alex ditetapkan sebagai tersangka, ada 2 orang lainnya yang sudah terlebih dulu ditetapkan sebagai tersangka, berikut ini duduk perkara kasusnya.

Kasus ini bermula pada 2010, ketika Pemprov Sumatera Selatan memperoleh alokasi untuk membeli gas bumi bagian negara dari DARI J.O.B PT. Pertamina, Talisman Ltd. Pasific Oil and Gas Ltd., Jambi Merang (JOB Jambi Merang) sebesar 15 MMSCFD berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengelola Minyak Dan Gas (BP MIGAS) atas permintaan Gubernur Sumsel.

Kemudian berdasarkan keputusan Kepala BP Migas tersebut, yang ditunjuk sebagai pembeli gas bumi bagian negara itu adalah BUMD Provinsi Sumsel (Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatra Selatan (PDPDE Sumsel).

Akan tetapi, dengan dalih PDPDE Sumsel tidak mempunyai pengalaman teknis dan dana, PDPDE Sumsel bekerja sama dengan investor swasta, PT Dika Karya Lintas Nusa (PT DKLN), membentuk perusahaan patungan (PT PDPDE Gas) yang komposisi kepemilikan sahamnya 15% untuk PDPDE Sumsel dan 85% untuk PT DKLN.

Penyimpangan tersebut telah mengakibatkan kerugian keuangan negara berdasarkan perhitungan BPK RI sebesar USD 30.194.452.79 (tiga puluh juta seratus sembilan puluh empat ribu empat ratus lima puluh dua koma tujuh puluh Sembilan sen dolar Amerika Serikat) yang berasal dari hasil penerimaan penjualan gas dikurangi biaya operasional selama kurun 2010-2019, yang seharusnya diterima oleh PDPDE Sumsel.

Serta kerugian keuangan negara sebesar USD 63.750,00 (enam puluh tiga ribu tujuh ratus lima puluh dolar Amerika Serikat) dan Rp 2.131.250.000,00 (dua miliar seratus tiga puluh satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) yang merupakan setoran modal yang tidak seharusnya dibayarkan oleh PDPDE Sumsel.

Dalam kasus ini, sebelum menetapkan Alex sebagai tersangka, Kejagung telah menetapkan 2 orang tersangka lainnya, yaitu CISS selaku Direktur Utama PDPDE Sumsel sejak 2008 dan Direktur Utama PDPDE Sumsel telah menandatangani perjanjian kerja sama antara PDPDE Sumsel dan PT Dika Karya Lintas Nusa (PT. DKLN), berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP- 22/F.2/Fd.2/09/2021 tanggal 08 September 2021.

Tersangka kedua adalah AYH selaku Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa (PT DKLN) sejak 2009 merangkap sebagai Direktur PT PDPDE Gas sejak 2009 dan juga Direktur Utama PDPDE Sumsel sejak 2014, berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP- 23/F.2/Fd.2/09/2021 Tanggal 08 September 2021.

Leonard juga mengungkap peran masing-masing tersangka. Tersangka CISS adalah Direktur Utama PDPDE Sumsel sejak 2008 merangkap sebagai Dirut PT PDPDE Gas sejak 2010.

"Tersangka CISS selaku Direktur Utama PDPDE Sumsel telah menandatangani perjanjian Kerjasama antara PDPDE Sumsel dengan PT DKLN," kata Leonard.

Sementara itu, tersangka AYH adalah Direktur PT DKLN sejak 2009 merangkap sebagai Direktur PT PDPDE Gas sejak 2009 dan juga Direktur Utama PDPDE Sumsel sejak 2014. Sedangkan tersangka AYH pada saat yang sama merangkap jabatan Direktur DKLN dan Direktur PDPDE Sumsel.

Kedua tersangka lalu dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Serta Pasal 3 Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Perubahan Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


Alex Dipanggil Penyidik Kejagung, Tapi Tak Hadir

Kejagung terus mengusut pihak-pihak yang diduga terkait dalam kasus ini. Penyidik lalu memanggil Alex Noerdin sebagai saksi pada Senin (13/9) lalu, tetapi Alex tidak hadir sehingga dilakukan pemanggilan ulang.

"Tidak hadir... minta reschedule hari, tetapi masih minggu ini," kata Dirdik pada Jampidsus, Kejagung, Supardi, saat dikonfirmasi, Selasa (14/9/2021).

Alex Noerdin lalu menghadiri pemeriksaan saksi di Kejagung, tetapi langsung ditetapkan tersangka dan ditahan.

Selengkapnya di halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Alex Noerdin Jadi Tersangka Korupsi, Golkar Siap Beri Bantuan Hukum

[Gambas:Video 20detik]