Kebut Proyek Bedah Rumah, Walkot Mojokerto: Agar Tak Molor Karena Hujan

Eqqi Syahputra - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 16:21 WIB
Pemkot Mojokerto
Foto: Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Pemerintah Kota Mojokerto mempercepat pelaksanaan Proyek Bantuan Rumah Swadaya (BRS) atau Bedah Rumah. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan dan wujud komitmen pemkot dalam memberikan rumah layak huni bagi warganya.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan Pemkot Mojokerto sengaja curi waktu lantaran berburu dengan musim hujan. Sehingga, meski saat ini masih dalam proses penyerahan buku tabungan, namun sudah banyak pembangunan rumah yang proses pengerjaanya sudah mencapai 50 hingga 100 persen.

"Akhir tahun biasanya masuk musim hujan, sehingga pengerjaannya sengaja kita kebut agar nantinya tidak molor terkendala hujan," ujar Ika dalam keterangan tertulis, Kamis (16/9/2021).

Dalam acara serah terima buku tabungan program Bantuan Rumah Swadaya (BRS) tahun anggaran 2021 di Kecamatan Prajurit Kulon, pagi ini, wanita yang akrab disapa Ning Ita ini menambahkan, meski belum dibayar, pihak supplier bahan bangunan bersedia mengirimkan barangnya ke lokasi yang dituju. Demikian juga dengan tukang serta kuli bangunan, mereka mau bekerja meskipun proses pembayarannya menyusul.

"Program ini kan sudah berjalan tiga tahun di era kepemimpinan saya, jadi mereka sudah paham dan gak takut gak dibayar lantaran sudah ada anggaran pasti dari pemerintah," tambah Ning Ita.

Ning Ita berjanji, program bedah rumah akan terus digulirkan di tahun-tahun berikutnya, serta akan terus melakukan penyisiran terhadap sejumlah rumah yang membutuhkan bantuan program ini.

"Kita terus berupaya menciptakan lingkungan pemukiman Kota Mojokerto yang bersih dan sehat, agar masyarakatnya juga sehat. Karena lingkungan yang kumuh bisa mempengaruhi kesehatan penghuninya," tutur Ning Ita.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Mojokerto, Mashudi, mengatakan jumlah penerima bantuan bedah rumah di Kota Mojokerto yakni sebanyak 140 orang. Dengan rincian; Kecamatan Prajurit Kulon sebanyak 95 penerima, Kecamatan Kranggan sebanyak 9 penerima dan Kecamatan Magersari sebanyak 36 penerima.

"Dari jumlah 90 penerima bantuan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pencairan tahap pertama sejumlah 23 penerima telah progres fisik 100 persen," ungkap Mashudi.

Mashudi menambahkan, sementara yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), sebanyak 9 penerima bantuan di Kecamatan Kranggan sudah proses fisik sebesar 50 persen. Kecamatan Prajurit Kulon, tiga rumah sudah proses fisik 100 persen, 5 rumah mencapai proses 60 persen, dan 3 rumah sedang dalam proses pengerjaan.

"Yang di Kecamatan Magersari, pencairan tahap pertama sejumlah 10 penerima bantuan, 4 rumah telah progres fisik 100 persen, 4 rumah 50 persen dan sisanya 2 rumah sedang dalam proses pengerjaan," pungkas Mashudi.

Lihat juga video 'HUT ke-75 Bhayangkara, Polres Barru Bedah Rumah Warga Tak Layak Huni':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)