Kutip Slogan Polri, Tito Ingin Penyelenggaraan Pemilu 2024 Presisi

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 16:00 WIB
Tito Karnavian
Mendagri Tito Karnavian (Foto: kemendagri)
Jakarta -

Ada perbedaan pandangan terkait penyelenggaraan Pemilu 2024 antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pemerintah. Mulai dari jadwal Pemilu 2021 hingga anggaran.

Terkait hal itu, Tito menilai perlu menyelaraskan waktu dengan pihak terkait. Dia menginginkan Pemilu 2024 dan Pilkada serentak dilaksanakan secara presisi.

"Memang betul ada dua peristiwa besar Pemilu presiden wapres, legislatif, DPD pusat daerah ada Pilkada serentak, tapi kita betul-betul detail secara rinci presisi saya ambil bahasa Pak Kapolri presisi, jangan kita kemudian langsung berpikir gelondongan tahapannya tapi berpikir presisi," kata Tito, kepada wartawan, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Adapun terkait penyelenggaraan Pemilu 2024, pemerintah mengusulkan digelar pada April, sedangkan KPU mengusulkan Februari. Kemudian terkait anggaran pemilu, KPU mengusulkan anggaran Rp 86 triliun, sedangkan Tito mengatakan perlunya pertimbangan untuk efisiensi.

"Dengan dipersingkat potensi konflik juga akan makin rendah, polarisasi masyarakat tidak terlalu lama, hiruk pikuknya, biayanya juga bisa lebih singkat lebih efisien, kita butuh biaya besar untuk pemulihan ekonomi nasional," kata Tito.

"Betul kita butuh demokrasi yang berkualitas dan demokrasi itu mahal, fine. Tapi kita pelototin dong, kita harus prihatin kira-kira jangan atas nama demokrasi kemudian sebetulnya biayanya bisa segini dibikin segini, ya nggak bisa. Kalau memang bisa kita kecilkan kenapa nggak kita kecilkan. Lebih baik yang lainnya digunakan untuk kepentingan rakyat yang sedang memerlukan dukungan bantuan," lanjut Tito.

Oleh karena itu, Tito mengatakan masih perlu ada pertimbangan terkait keputusan penyelenggaraan Pemilu 2024 ini. Dia mengatakan masih perlu waktu untuk menyelaraskan keputusan.

"Nah jadi exercise itu yang harus kita lakukan. Kami sudah melakukan exercise, teman-teman KPU sudah melakukan exercise bahkan DPR pun membuat tim untuk melakukan exercise, fine. Mari exercise dari tiap-tiap komponen ini kita sinkronisasikan dalam rapat konsinyering yang lebih teknis lagi, itu yang kita maksudkan," ujar Tito.

(eva/dwia)