Pembangunan SDM RI Disebut Kalah dari Malaysia, Cak Imin: Harus Berubah!

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 15:42 WIB
Muhaimin Iskandar
Foto: PKB
Jakarta -

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menilai program besar mengembangkan SDM Indonesia yang dicanangkan pemerintah hingga saat ini belum berjalan optimal. Bahkan, Indonesia kalah dari tetangga terdekatnya seperti Malaysia hingga Thailand.

"Meski dengan rencana yang matang dan berbagai program yang dipersiapkan, tapi pembangunan SDM Indonesia saya kira belum optimal. Kita masih kalah jauh dari negara-negara maju yang lain, bahkan yang terdekat dengan kita seperti Malaysia," kata Cak Imin dalam keterangan tertulis, Kamis (16/9/2021).

Dalam catatan Global Human Capital Index 2017, yang dirilis oleh WEF, Indonesia kalah telak dengan Malaysia yang di posisi ke-33, apalagi Singapura di posisi ke-11. Indonesia juga masih di bawah Filipina yang berada di posisi ke-50, Brunei di tingkat 56, dan Thailand di peringkat ke-40. Indonesia hanya unggul terhadap Laos di posisi ke-84, Myanmar posisi ke-89, dan Kamboja di level 92.

Malaysia disebut Cak Imin sudah beranjak membaik karena pemerintahnya fokus membangun kualitas SDM selama kurang lebih 20 tahun dengan cara menggratiskan biaya pendidikan bagi jutaan warganya ke manapun di seluruh dunia.

Tapi sebaliknya Indonesia pasca reformasi berorientasi pada pembangunan ekonomi hingga saat ini. Orientasi tersebut disebut Cak Imin bukan berarti jelek, namun seharusnya diimbangi dengan pola orientasi pengembangan sektor lain seperti lingkungan hidup dan pembangunan SDM secara serius dan terukur.

"Semua (pejabat pemerintahan) bilang orientasi (pembangunan condong) ke Sumber Daya Manusia, tapi realitasnya ekonomi nomor satu," tegasnya.

Wakil Ketua DPR RI itu tak menampik Indonesia juga sudah memulai orientasi pembangunan SDM melalui berbagai program, di antaranya program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) serta berbagai program beasiswa lainnya. Namun, kata Gus Muhaimin, orientasinya tidak mutlak.

"Makanya kita harus berubah dengan cepat, secepat-cepatnya. Kita perlu gelontorkan anggaran sebanyak-banyaknya untuk pendidikan (dan) investasi SDM," ujar Cak Imin.

Oleh karena itu, Gus Muhaimin mengapresiasi tinggi keputusan pemerintah meneken Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 Tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren pada 2 September yang lalu. Menurut dia,

"Kita bersyukur pak Jokowi mau menandatangani anggaran untuk Dana Abadi Pesantren. Ini contoh bahwa anak-anak pesantren harus terus maju dan mendapatkan ilmu pengetahuan yang dahsyat. Sebanyak-banyaknya anak-anak kita harus memanfaatkan dana abadi itu untuk benar-benar investasi SDM," ucapnya.

Ia menambahkan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia adalah bagian dari proses dan tujuan dalam pembangunan nasional. Oleh karena itu, pikiran-pikiran pembangunan yang berkembang di Indonesia dewasa ini sangat dipengaruhi oleh kesadaran yang makin kuat akan tidak terhindarnya keikutsertaan bangsa Indonesia dalam proses global yang sedang berlangsung itu.

(mul/ega)