Kalteng Banjir, Gubernur Minta Kemen ESDM Tolak Pemohon Izin Tambang Baru

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 11:08 WIB
Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran
Foto: Pemprov Kalteng
Jakarta -

Setiap musim hujan, hampir dipastikan sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Tengah mengalami banjir, baik skala ringan dan sedang bahkan sampai parah. Hal ini menimbulkan kerusakan dan kerugian masyarakat serta dapat melemahkan perekonomian tingkat daerah maupun tingkat regional.

Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran mengatakan sudah sejak lama membuat rencana aksi penanganan banjir di Kalimantan Tengah, dengan koordinasi kepada pemerintah pusat. Rencana tersebut di antaranya pembangunan jembatan layang Bukit Rawi yang ditargetkan rampung pertengahan 2022.

Langkah jangka pendek yaitu membantu langsung masyarakat korban banjir seperti memberi sembako dan merelokasi warga masyarakat ke tempat yang aman dan memperbanyak dapur umum. Serta untuk langkah jangka panjang yaitu mengevaluasi dan monitoring kegiatan usaha seperti perkebunan, pertambangan dan kehutanan serta usaha lainnya yang menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.

"Khusus pada kegiatan pertambangan diwajibkan melakukan upaya pemantauan dan pengendalian lingkungan. Dalam pelaksanaannya diperlukan pengawasan yang ketat sehingga dipastikan dapat berjalan dengan baik," ungkap Sugianto dalam keterangan tertulis, Kamis (16/9/2021).

Menurut Sugianto, dengan beralihnya perizinan dan pengawasan pertambangan ke pemerintah pusat, ia berharap pengelolaan sumber daya mineral bisa lebih selektif dan teliti. Sebagai informasi, peralihan perizinan dan pengawasan pertambangan tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Jika pengelolaan sumber daya mineral lebih selektif dan teliti, lanjutnya, maka dampak yang ditimbulkan akibat kegiatan pertambangan dapat diminimalisir. Berkaitan sering terjadinya banjir di wilayah Kalimantan Tengah, ia berkata akan menolak Izin Usaha Pertambangan Baru apabila tidak memberi manfaat bagi masyarakat dan menimbulkan dampak lingkungan seperti banjir yang selama ini melanda di wilayah Kalimantan Tengah.

"Kami meminta kepada Kementerian ESDM untuk tidak mengeluarkan izin pertambangan baru dulu. Kami juga meminta perizinan yang sudah mati untuk tidak diperpanjang lagi, sangat berdampak bagi lingkungan dan masyarakat," kata Sugianto.

Saat peninjauan banjir di Kuala Kuayan beberapa waktu lalu, ia mengevaluasi beberapa hal. Pertama, keberadaan beberapa perusahaan pertambangan yang ada di Kalimantan Tengah seperti pertambangan emas, zirkon, kuarsa, bijih besi dan batubara, belum memberikan manfaat kepada masyarakat. Hal ini dapat terlihat dari kondisi desa-desa sekitar pertambangan dari segi infrastruktur seperti jalan, jembatan, sekolah, dan listrik yang belum memadai.

Lebih parah lagi dampak kegiatan pertambangan justru menimbulkan lubang-lubang bekas tambang yang sebagian besar belum direklamasi. Hal ini menyebabkan kerugian bagi daerah dan masyarakat Kalimantan Tengah.

Melihat kerusakan lingkungan yang sedemikian rupa, Sugianto pun membentuk tim satgas pengawasan yang terdiri dari tim teknis dan Forkopimda dengan tujuan meningkatkan keterpaduan dan pengawasan kerusakan lingkungan pada wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Apabila dalam pelaksanaan pengawasan nantinya ditemukan pelanggaran-pelanggaran, ia akan menindak dengan tegas sesuai dengan kewenangannya.

"Langkahnya, kita berikan peringatan, ditegur untuk dibina. Kalaupun masih tidak bisa, tentu saja ini menjadi urusan hukum dan perlu ada efek jera bagi para pelanggar yang merusak lingkungan di wilayah Kalimantan Tengah. Kami serahkan ke penegak hukum dan kementerian terkait," kata dia.

"Perintah bapak Gubernur segera kami lakukan dalam upaya pemantauan dan monitoring pertambangan di Kalteng, secara bertahap," ucap Kadis ESDM Ermal Subhan.Untuk itu Sugianto mengajak kepada semua pihak untuk berperan serta dalam mensosialisasikan kesadaran menjaga lingkungan serta mendukung tim satgas ini untuk mewujudkan Kalimantan Tengah makin berkah.

(mul/ega)