Inex Palsu di Johar Baru Terbongkar, Berawal dari Maraknya Tawuran

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 20:56 WIB
Polres Jakpus merilis pengungkapan kasus narkoba
Polres Jakpus merilis pengungkapan kasus narkoba. (Wilda Nufus/detikcom)
Jakarta -

Polres Metro Jakarta Pusat membongkar pabrik rumahan inex palsu di Johar Baru, Jakarta Pusat. Pengungkapan ini berawal dari keprihatinan polisi atas maraknya aksi tawuran yang pelakunya ternyata kedapatan memakai narkoba.

"Dasar pengungkapan ini sebernarnya adalah dari keprihatinan kami terkait banyaknya pelaku tindak kejahatan, maupun pelaku tawuran yang diamankan oleh polsek maupun polres, yang terindikasi menggunakan narkoba," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Hariyanto dalam konferensi pers di Polres Jakarta Pusat, Rabu (15/9/2021).

Setyo menerangkan, pihaknya bergerak cepat untuk melakukan penelusuran dan penyelidikan dalam kasus ini. Dalam kurun satu bulan, polisi berhasil menangkap bandar pengedar narkoba di wilayah Jakarta Pusat.

"Dari sini lah, Satnarkoba Polres Jakarta Pusat melakukan penyelidikan dan dalam kurang kurun waktu kurang lebih satu bulan ini, telah mengungkap penyalahgunaan dan peredaran psikotropika di tiga TKP," ungkapnya.

Para pelaku pembuat inex palsu yang diringkus polisi ini menggunakan beberapa obat-obatan hingga spidol untuk mewarnai 'inex'.

"Pengungkapan penyalahgunaan narkotika jenis psikotropika, yaitu home industry inex palsu, kenapa dikatakan inex palsu, karena ini bahan-bahannya adalah yang pertama dia diazepam, kemudian clorilex dan pil kina," ujarnya.

Tiga pelaku ditangkap terkait kasus ini. Ketiganya adalah IS, MN dan PR.

Setyo menerangkan, para pelaku dapat memproduksi 3.000 butir inex palsu dalam seminggu. Omzet yang dicapai para pelaku dari penjualan inex palsu ini fantastis.

"Untuk lokasi home industry ini berada di wilayah Johar Baru dengan omzet dalam seminggu mereka mampu menghasilkan 3.000 butir dengan nilai keuntungan sangat fantastis karena dengan modal Rp 5.000 untuk 1 butirnya, mereka dapat menjualnya 1 butirnya Rp 200.000," ungkapnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.