Antisipasi Banjir, Sekda DKI Pastikan Pengerukan Saluran Air Tak Berhenti

Tiara Aliya - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 18:38 WIB
Sekda DKI Jakarta Marullah Matali
Sekda DKI Marullah Matali (Dok. Pemprov DKI Jakarta)
Jakarta -

BMKG menetapkan wilayah DKI Jakarta hingga Jawa Barat siaga banjir. Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Marullah Matali memastikan alat berat disiagakan di sejumlah titik potensial banjir.

"Kemarin Pak Gubernur sudah jelaskan tidak ada satu pun alat berat kita yang nganggur. Saya sudah monitor kalau alat berat jalan, mudah-mudahan semua saluran kita sungai-sungai, danau, situ, embung bisa kita keruk," kata Marullah di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (15/9/2021).

Marullah juga menyampaikan kegiatan pengerukan dan pengurasan saluran air maupun sungai terus bergulir. Dia pun berharap kondisi hujan terus terkendali.

"Mudah-mudahan hujan masih bisa terkendali," ujarnya.

Marullah mengakui banjir Ibu Kota tak dapat diprediksi. Kendati demikian, dia menegaskan penanganan banjir selalu masuk ke isu prioritas Jakarta dari tahun ke tahun.

"Kita tidak pernah bisa memprediksi sampai sejauh itu tapi kita sudah bekerja maksimal sekali," tegasnya.

BMKG menetapkan wilayah DKI Jakarta hingga Jawa Barat siaga banjir. Penetapan level siaga ini akan berlaku pada 13-15 September 2021.

Sebagaimana diketahui, BMKG menetapkan level siaga banjir itu menyusul adanya prediksi cuaca ekstrem yang akan terjadi di provinsi tersebut. Ada 4 provinsi yang ditetapkan siaga banjir, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

"Berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak (IBF-Impact Based Forecast) BMKG, potensi dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, dan atau tanah longsor dari cuaca ekstrem hingga 3 (tiga) hari ke depan, yakni tanggal 15 September 2021, untuk level siaga," kata Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, dalam keterangannya, Selasa (14/9/2021).

Guswanto memaparkan cuaca ekstrem tersebut terjadi akibat mulai aktifnya sejumlah fenomena dinamika atmosfer yang melewati wilayah Indonesia. Dia menyebut fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin akan terpantau aktif di wilayah Indonesia hingga seminggu ke depan.

(fas/fas)