BNPT Tangkal 399 Konten Radikal-Terorisme di Medsos, Telegram Tertinggi

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 17:56 WIB
Poster
Ilustrasi media sosial (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menangkal sejumlah konten radikalisme-terorisme di media sosial (medsos). Paling tinggi konten radikal-teror berada di grup Telegram.

"Menangkal konten radikal-terorisme. Dalam pelaksanaan penangkalan ini kita terutama fokus di empat platform medsos. Pertama Telegram, WA, FB, dan TamTam," kata Kepala BNTP Komjen Boy Rafli Amar dalam rapat dengar pendapat di Komisi III DPR RI, Rabu (15/9/2021).

Hingga bulan lalu, hampir 400 konten berbau radikal-terorisme yang ditangkal BNPT. Mayoritas konten yang ditangkal berada di Telegram.

"Per Agustus 2021 terdapat 399 grup maupun kanal medsos yang dipantau dan Telegram menempati jumlah tertinggi dengan mencapai 135 grup kanal," ujarnya.

Untuk menurunkan konten yang terindikasi radikal dan terorisme, BNPT bekerja sama dengan Kominfo dan Polri.

"Dan proses take down atau katakanlah langkah-langkah hukum kami kerja samakan dengan aparat hukum terkait. Kalau berkaitan dengan platform kami bekerja sama dengan Ditjen Aptika Kemkominfo," ucap Boy.

"Sedangkan yang berkaitan dengan cyber crime tentunya bersama dengan unsur-unsur penegak hukum di Polri," imbuhnya.

(rfs/fas)