MAKI Desak Polri Tuntaskan Kasus Paspor Aspal Buron Adelin Lis

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 16:06 WIB
Adelin Lis Dipulangkan ke Indonesia, Ini fakta-faktanya!
Adelin Lis (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meminta Polri menuntaskan paspor asli tapi palsu (aspal) buron Adelin Lis atau akan mengajukan gugatan praperadilan atas Polri. Adelin Lis yang dijatuhi hukuman 10 tahun penjara di kasus kehutanan itu bisa ditangkap dan kini menghuni LP Gunung Sindur.

"Jadi istilahnya paspor itu kan aspal, asli tapi palsu. Paspornya asli tapi keterangan di dalamnya palsu atau tidak benar," kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, kepada wartawan, Rabu (15/9/2021).

Adelin dihukum MA selama 10 tahun penjara dengan uang pengganti Rp 119.802.393.040 dan US$ 2.938.556 pada 2008. Namun Adelin Lis kabur ke luar negeri menggunakan paspol aspal dengan nama Hendro Leonardi.

"Maka itu memenuhi syarat Pasal 263 maupun 266 KUHP dan itu harus diproses Mabes Polri. Karena ini membantu buron, yang tidak membantu buruan aja tetap diproses pemalsuan, apalagi ini membantu buron," ujar Boyamin.

MAKI pun mendesak pihak kepolisian untuk memproses kasus tersebut. Karena, Boyamin, tidak cukup hanya dengan menangkap Adelin Lis dan dipenjara, tapi oknum-oknum yang bantu juga justru harus dikenai pasal. Selain itu, Boyamin mendesak pengusutan terkait adanya dugaan transaksi dalam pelarian Adelin Lis.

"Saya mendesak, mendorong kepolisian juga mendalami dugaan adanya transaksi di dalam penerbitan paspor aspal tersebut," kata Boyamin tegas.

Bagaimana bila Polri mendiamkan kasus itu?

"Akan kami ajukan gugatan praperadilan. Pasti itu," jawab Boyamin tanpa tedeng aling-aling.

Sebelumnya, pihak Imigrasi mengakui soal paspor aspal itu. Adelin memiliki 4 paspor yaitu:

1. Atas nama ADELIN LIS yang diterbitkan di Polonia (2002)
2. Atas nama HENDRO LEONARDI yang diterbitkan di Jakut (2008)
3. Atas nama HENDRO LEONARDI yang diterbitkan di Jakut (2013)
4. Atas nama HENDRO LEONARDI yang diterbitkan di Jaksel (2017).

Menurut Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Kemenkumham Anggakara Arya Pradhana, mengapa Adelin Lis bisa memalsukan paspor karena sistem yang saat itu masih manual.

"Ditjen Imigrasi baru menggunakan Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) pada tahun 2009. Sebelum tahun 2009, data pemohon paspor hanya tersimpan secara manual di server kantor imigrasi setempat dan tidak terekam di Pusat Data Keimigrasian. Hal ini menyebabkan Adelin Lis dapat mengajukan paspor pada tahun 2008 dengan menggunakan identitas Hendro Leonardi dan tidak terdeteksi," ujar Anggakara.

Pada Juli 2021, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto berjanji akan menuntaskan kasus itu.

"Kita akan koordinasi dengan Imigrasi untuk dalami data palsu di paspor yang digunakan yang bersangkutan, dibuat di mana, bagaimana proses penerbitannya. Dirtipidum (Brigjen Andi Rian Djajadi) sudah berkoordinasi dengan SLO Polri di Singapura terkait masalah tersebut. Kami tunggu pelimpahan masalah paspor yang bersangkutan dari Kejagung (dengan koordinasi pelaksanaannya)," kata Agus.

(asp/dwia)