Gojek Akan Luncurkan Protect+, Jaminan Proteksi Ekstra untuk Pelanggan

Syahputra Eqqi - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 15:05 WIB
Gojek
Foto: Syahputra Eqqi
Jakarta -

Head of Global Marketing Gojek, Amanda Parikesit, menyampaikan bahwa Gojek akan meluncurkan layanan terbaru mereka, yakni Gojek Protect+. Layanan ini diluncurkan dengan tujuan menciptakan mode transportasi yang aman dan higienis di masa pandemi COVID-19.

"Dan inilah yang menyebabkan kita untuk memutuskan untuk meluncurkan Protect+ di akhir September. Ini layanan terbaru kami, masyarakat yang nantinya membutuhkan atau memang memerlukan untuk keluar dan membutuhkan transportasi, ini menjadi salah satu pilihan terbaik untuk mereka karena dengan layanan baru ini bisa memberikan jaminan proteksi ekstra bagi pelanggan. Ini juga bagus untuk mitra kita kita karena akan memberikan potensi pendapatan lebih," ujar Amanda dalam acara Gojek Protect+ Media & KOL Gathering, Rabu (15/9/2021).

Lebih lanjut, Amanda menambahkan terdapat tiga pilar utama dalam memastikan kepatuhan untuk protokol kesehatan dalam layanan Protect+. Pertama, kesadaran dan edukasi yang menyeluruh agar orang paham untuk menjaga pematuhan prokes.

"Kedua teknologi, di mana kita melakukan berbagai macam inovasi untuk kesehatan, seperti cek suhu, verifikasi masker, serta melakukan update di mana pelanggan bisa melihat mitra sudah divaksinasi atau belum. Ketiga infrastruktur, di mana selain zona nyaman, kita juga terus mendistribusikan ratusan ribu hygiene tool," tambah Amanda.

Selain itu, Amanda menegaskan bahwa pihaknya juga terus mendukung gerakan Bangkit Bersama Gojek sebagai bentuk percepatan vaksinasi. Tidak hanya itu, Gojek juga memberikan kemudahan bagi pelanggan vaksinasi dengan memberikan diskon.

"Kita mulai untuk minta driver divaksinasi. Kita terus coba lakukan mengingatkan mereka untuk peduli terhadap kesehatan, serta memberikan kenyamanan yang aman untuk konsumen. Kita juga terus berusaha untuk men-support gerakan Bangkit Bersama Gojek dengan mempercepat proses vaksinasi. Selain itu, kita juga diberikan diskon transportasi untuk membantu orang yang ingin pergi ke tempat vaksinasi atau balik dari tempat vaksinasi," tutur Amanda.

Di kesempatan yang sama, dr Reisa mengapresiasi Gojek yang mendukung percepatan program vaksinasi ini. Kendati demikian, dia mengingatkan agar para mitra Gojek tetap berhati-hati, tidak berkerumun, serta menaati prokes.

"Para Mitra driver Gojek nih semuanya biasanya berkumpul di situ juga kan jadi harus hati-hati, dan terkait dengan
kurang menjaga jarak kita bisa lihat ternyata hal ini kepatuhannya masih tinggi juga," tandasnya.

Selain itu, dr Reisa juga menilai perilaku masyarakat mengenai kepatuhan menjalankan prokes makin meningkat. Hal itu terlihat dari data dari Satgas Perubahan Perilaku yang memantau perilaku kesehatan di masyarakat Indonesia

"Dari data dalam satu minggu dari tanggal 5 September yang lalu, kita bisa lihat bahwa kepatuhan masyarakat menggunakan masker ini ternyata meningkat dibandingkan minggu-minggu sebelumnya dan bahkan dibandingkan dengan tahun lalu. Memang masih ada yang kurang patuh dengan angka 9%, tapi ini jumlah yang kecil dibandingkan yang sudah patuh menggunakan masker terutama di tempat-tempat yang harus kita waspadai," tambah dr Reisa.

Tak lupa, dr Reisa mengimbau masyarakat untuk konsisten dalam upaya keluar dari situasi pandemi ini. Vaksinasi dan prokes, kata dia, jadi yang utama.

"Vaksinasi dan prokes harus dijalankan bersamaan, jangan pilih-pilih. Walaupun sudah vaksin, tetap harus taat prokes. Vaksin bukan berarti 100% kebal," pungkas dr Reisa.

(mul/ega)