Komnas HAM Dalami Aduan Tetangga Rocky Gerung soal Penggusuran Lahan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 13:55 WIB
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik bersama para anggota meninjau terkait tugas TNI dalam mengatasi aksi terorisme.
Ahmad Taufan Damanik (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Komnas HAM menerima aduan dari warga Bojong Koneng, Bogor, terkait sengketa lahan dengan PT Sentul City. Aduan tersebut saat ini masih dianalisis dan didalami oleh Komnas HAM.

"Warga Sentul ada yang datang mengadu. Saya tidak tahu pasti apa di dalamnya ada kasus Rocky. (Laporan) masih dianalisis," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik saat dikonfirmasi, Rabu (15/9/2021).

Taufan menyampaikan aduan yang diajukan warga Bojong Koneng mengenai hak atas tanah dan properti mereka yang terancam digusur. Komnas HAM, kata Taufan, belum memproses laporan tersebut karena masih ada dokumen yang belum lengkap.

"Tanah warga yang menurut mereka berkonflik dengan PT SC (Sentul City). (Mengadukan) hak atas tanah dan properti mereka. Belum (diproses), kami masih meminta keterangan dan dokumen tambahan. Bahan-bahannya belum lengkap," ujarnya.

Taufan memastikan laporan tersebut akan diproses Komnas HAM. Laporan akan diproses bila semua persyaratan sudah lengkap.

"Ya kalau semua persyaratan lengkap kami akan proses lebih lanjut," imbuhnya.

Sebelumnya, warga Bojong Koneng, Bogor, yang terkena penggusuran lahan ramai-ramai mengadukan PT Sentul City ke Komnas HAM. Kuasa hukum warga Bojong Koneng, Pieter Victor Kembuan Ruru, mengklaim kliennya bahkan dikeroyok oleh orang diduga pihak Sentul City.

Pieter kemudian memperlihatkan surat tanda terima pengaduan ke Komnas HAM dengan Nomor Surat: 23/SP/TH WBK/IX/ 2021 tertanggal 12 September. Surat itu tertulis diterima subbagian penerimaan dan pemilahan pengaduan.

Pieter mengatakan pihaknya sejatinya memang menerima surat somasi yang dilayangkan Sentul City kepada kliennya. Akan tetapi, kata Pieter, Sentul City langsung bertindak menggusur lahan warga dengan alat berat tanpa menyodorkan putusan pengadilan yang sah.

"PT Sentul City, Tbk, memang melayangkan somasi 1 sampai dengan 3 kepada klien kami, namun PT Sentul City, Tbk, ternyata tidak mengeluarkan warga melalui putusan pengadilan atau upaya legal lain. Namun di luar dugaan, rumah, kebun, peternakan warga langsung digusur, di buldoser hingga mengakibatkan kerugian, kerusakan terhadap barang- barang milik klien kami," kata Pieter, Rabu (15/9).