Pemkot Makassar Pakai Drone untuk Antar Obat-Makanan ke Pasien COVID

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 13:36 WIB
Pemkot Makassar menggunakan drone untuk mengantarkan obat-obatan hingga makanan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri. (dok Istimewa)
Foto: Pemkot Makassar menggunakan drone untuk mengantarkan obat-obatan hingga makanan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri. (dok Istimewa)
Makassar -

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggunakan pesawat nirawak (drone) untuk membantu warga yang menjalani isolasi mandiri. Drone dipakai untuk mengantarkan obat-obatan hingga makanan kepada pasien COVID-19.

Koordinator Medik Drone Makassar, Muhammad Dasysyara Dahyar, mengatakan penggunaan drone untuk membantu pasien COVID-19 berasal dari Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto. Saat Makassar masuk pada level tinggi penularan Corona, drone ini terbang mengelilingi kota Makassar hampir selama lima kali sehari.

"Digunakan sebenarnya saat dimulai pada isolasi Apung di KM Umsini. Kan kita kan tergabung dalam Satgas Isolasi Apung, Pak Wali mau bagaimana caranya ada solusi untuk hal yang kecil tidak perlu selalu gunakan speed boat atau kapal," kata Dahyar saat berbincang dengan detikcom, Rabu (15/9/2021).

Saat itu, Dahyar usul menggunakan drone tetapi perlu dilakukan sedikit perubahan agar bisa memudahkan mengantarkan barang kepada pasien. Bersama rekan-rekannya, dia memulai melakukan uji coba terbang sebelum benar-benar dapat dipergunakan secara rutin.

Jelang pengoperasian KM Umsini sebagai kapal isolasi, drone ini akhirnya bisa dipergunakan. Untuk kebutuhan pasien di luar yang dijadwalkan, maka drone inilah yang dipergunakan, semisal mengantarkan makanan dan obat-obatan.

"Cuman ada beberapa tambahan semisal vitamin, atau ada yang lain. Kadang ada kebutuhan baru kita operasikan. Barang yang dibawa, diletakkan di sebuah wadah yang kita telah modifikasi di drone itu atau hal yang bersifat urgency yang berada di luar jadwal," terangnya.

Ada 4 drone yang dipergunakan dalam kegiatan ini. Drone-drone itu juga dipakai untuk pengamatan udara selama masa PPKM di Makassar, termasuk pengamatan saat penyekatan di perbatasan masuk ke Kota Makassar.

Selain itu, sering kali pihaknya mendapatkan panggilan untuk mengantarkan obat-obatan dan makanan kepada warga yang sedang isolasi di rumah.

"Tapi kemarin ada kebetulan kebutuhan seperti ada sekeluarga yang isolasi mandiri di rumah. Jadi lima orang di dalam rumah. Seminggu lebih mereka bergantung dengan ojek online dan kebetulan mereka butuh obat dan kita antar ke sana," terangnya.

"Jadi kita by request di Posko Darat. Di awal-awal pasien banyak itu kita hampir lima kali terbang. Tapi karena sekarang pasien sudah jarang, maka kita juga jarang pakai," imbuhnya.

Dia mengaku, pemanfaatan drone ini sangat efektif dalam membantu para pasien COVID-19, termasuk juga menghindarkan tenaga kesehatan dengan pasien untuk melakukan kontak secara langsung.

(fiq/jbr)