PPKM Diperpanjang, Antrean Penumpang di Stasiun Bogor Lengang Pagi Ini

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 08:22 WIB
Kondisi antrean penumpang di Stasiun Bogor lengang pagi ini
Kondisi antrean penumpang di Stasiun Bogor lengang pagi ini (Foto: Wilda/detikcom)
Jakarta -

Kebijakan PPKM level 2-4 di Jawa-Bali diperpanjang. Antrean penumpang di Stasiun Bogor terpantau lengang pagi ini.

Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (15/9/2021) pukul 07.30 WIB, terlihat para petugas KRL siaga di pintu masuk untuk mengecek satu per satu sertifikat vaksinasi bagi calon penumpang sebagai syarat keberangkatan.

Sertifikat vaksinasi pengguna KRL ditunjukkan dengan melakukan scan kode QR melalui aplikasi PeduliLindungi. Tak hanya itu, petugas juga terkadang meminta pengguna KRL untuk menunjukkan kartu identitas.

Tampak ada pula calon penumpang KRL lainnya yang menunjukkan sertifikat vaksinasi dalam bentuk cetak. Setelah pemeriksaan, calon penumpang diarahkan untuk masuk ke peron. Tidak ada antrean di pos pemeriksaan sertifikat vaksinasi.

Kondisi serupa juga tampak di dalam kereta. Tempat duduk penumpang tampak lengang. Tidak ada penumpang yang berdiri.

Kondisi antrean penumpang di Stasiun Bogor lengang pagi iniKondisi penumpang di dalam kerena keberangkatan dari Stasiun Bogor pagi ini (Foto: Wilda/detikcom)

Diketahui, pemerintah mengumumkan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2, 3, dan 4 di Jawa-Bali. PPKM diputuskan untuk kembali diperpanjang sepekan, artinya akan berlaku hingga 20 September.

Pengumuman disampaikan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan lewat konferensi pers virtual, Senin (13/9). Luhut mengatakan evaluasi dilakukan setiap pekan untuk PPKM Jawa-Bali.

"Pemerintah hari ini sekali lagi mempertegas pertanyaan banyak orang kapan PPKM Level Jawa Bali ini akan terus diberlakukan. Pemerintah menegaskan akan terus memberlakukan PPKM Level ini di seluruh wilayah Jawa Bali dan melakukan evaluasinya tiap satu minggu guna menekan angka kasus konfirmasi dan tidak mengulang kejadian yang sama di kemudian hari," ucap Luhut.

Ada daerah yang mengalami penurunan level PPKM, salah satunya Bali. Penurunan dilakukan setelah ada evaluasi terhadap kondisi Corona di wilayah tersebut.

Dia juga menyebut masih banyak masyarakat yang abai terhadap penerapan protokol COVID-19. Luhut mengingatkan masyarakat yang abai terhadap prokes bisa memicu gelombang baru peningkatan kasus Corona.

"Kalau dilepas tidak dikendalikan bisa ada gelombang berikutnya," ucap Luhut.

Simak penambahan kasus Corona sepekan terkahir di halaman berikut