BIN: Kami Diserang itu Wajar

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 14 Sep 2021 10:41 WIB
A magnifying glass is held in front of a computer screen in this file picture illustration taken in Berlin May 21, 2013. Hackers broke into U.S. government computers, possibly compromising the personal data of 4 million current and former federal employees, and investigators were probing whether the culprits were based in China, U.S. officials said on June 4, 2015. REUTERS/Pawel Kopczynski/Files
Ilustrasi peretasan (Foto: Pawel Kopczynski/REUTERS)
Jakarta -

Badan Intelijen Negara (BIN) membantah servernya telah dibobol hacker asal China. Namun, BIN menilai serangan siber terhadap lembaganya sebagai hal yang wajar.

"Serangan siber terhadap BIN adalah hal yang wajar, mengingat BIN terus bekerja untuk menjaga kedaulatan NKRI dan mengamankan kepentingan nasional rakyat Indonesia," kata Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto kepada wartawan, Selasa (14/9/2021).

Wawan menjelaskan pihaknya selalu mengecek server secara berkala. Selain itu, lanjutnya, BIN bekerja sama dengan instansi lain untuk memastikan servernya bebas dari peretasan.

"BIN bekerja sama dengan BSSN, Kominfo, serta lembaga pemerintah lainnya untuk memastikan jaringan BIN aman dan bebas dari peretasan," ujarnya.

Karena itu, Wawan menegaskan, server BIN masih dalam kondisi aman terkendali hingga saat ini. Namun, dia memastikan BIN terus mendalami kebenaran dugaan pembobolan data itu.

"BIN saat ini terus mendalami dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait kebenaran informasi peretasan server BIN maupun K/L lainnya. Namun demikian, hingga saat ini server BIN masih dalam kondisi aman terkendali dan tidak terjadi hack sebagaimana isu yang beredar bahwa server BIN diretas hacker asal China," tutur Wawan.

10 Kementerian/Lembaga Diduga Dibobol

Sebelumnya diberitakan, minimal 10 kementerian dan lembaga di Indonesia diduga dibobol hacker China. Pelakunya adalah kelompok yang disebut sebagai Mustang Panda.

Dugaan ini diberitakan The Record berdasarkan laporan dari Insikt Group, ini adalah divisi riset ancaman siber milik Recorded Future. Seperti dilihat dari website mereka, Minggu (12/9/2021), kelompok hacker ini diduga adalah Mustang Panda.

Penembusan oleh hacker China ini diduga sudah terjadi sejak Maret 2021. Titik masuk dan metode malware mereka masih belum jelas.

Insikt Group disebutkan sudah memberi tahu pemerintah Indonesia pada Juni dan Juli 2021. Namun, menurut mereka, pihak pemerintah Indonesia saat itu belum memberikan tanggapan.

Badan Intelijen Negara (BIN) diklaim Insikt juga dibobol. The Record mengatakan meminta konfirmasi pada Juli dan Agustus tapi tidak ditanggapi.

Simak video 'Sosok Hacker China 'Mustang Panda' yang Diduga Serang RI Pakai Thanos':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/fjp)