100 Warga Masih Ngungsi di Kantor Bupati Maybrat Usai Posramil Diserang

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 21:30 WIB
Dandim dan Bupati Maybrat mendatangi 100 orang warga yang mengungsi usai kelompok kriminal bersenjata (KKB) menyerang Pos Koramil Persiapan Kisor. (dok Kodam Kasuari)
Dandim dan Bupati Maybrat mendatangi 100 orang warga yang mengungsi setelah kelompok kriminal bersenjata (KKB) menyerang Pos Koramil Persiapan Kisor. (Dok. Kodam Kasuari)
Jakarta -

Warga Distrik Aifat Timur Tengah Kabupaten Maybrat, Papua Barat, masih mengungsi usai terjadi penyerangan Pos Koramil Persiapan Kisor. Dia mengatakan ada sekitar 100 warga yang mengungsi.

Bupati Maybrat Bernard Sagrim menyampaikan agar warga tidak takut karena aparat TNI dan Polri akan menjaga wilayah mereka.

"Masyarakat sekalian jangan kaget karena aparat TNI-Polri banyak di wilayah kita. Aparat datang untuk memberikan perlindungan. Mereka menjaga dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Bernard Sagrim dalam keterangan yang diterima, Senin (13/9/2021).

Hari ini Bupati Maybrat bersama Dandim 1809/Maybrat, Letkol Inf Harry Ismail, menemui para pengungsi yang berada di kantor Bupati Maybrat. Mereka terdiri atas anak-anak hingga lansia.

Dia mengatakan aparat keamanan akan mencari pelaku penyerangan terhadap Pos Koramil Persiapan Kisor. Dia mengatakan Indonesia merupakan negara hukum, bukan negara adat sehingga para pelaku harus bertanggung jawab atas tindak kejahatannya.

Pada kesempatan tersebut juga didata warga yang akan kembali sebagai laporan ke kepala distrik sehingga memiliki data yang valid.

"Untuk yang akan kembali akan diantar dan difasilitasi oleh pemerintah, untuk itu akan didata siapa-siapa saja yang akan kembali," katanya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.