Butuh Pesawat, Bakamla Ungkap Ribuan Kapal Asing Masuk Laut Natuna

Matius Alfons - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 17:14 WIB
KRI Usman Harun-359 (kanan) bersama KRI Sutedi Senoputra-378 melakukan konvoi saat peran bahaya tempur udara di Laut Natuna, Jumat (10/1/2020). KRI Usman Harun-359 bersama KRI Teuku Umar-385, KRI Sutedi Senoputra-378 dan dua kapal Bakamla tergabung dalam operasi siaga tempur laut Natuna 2020 untuk melakukan operasi pengendalian wilayah laut, khususnya di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) laut Natuna Utara. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.
Patroli di Laut Natuna (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta -

Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia menyebut kerap menemukan kapal-kapal asing yang tertangkap radar berada pada daerah overlapping Laut Natuna Utara. Bakamla menyebutkan, jika dipantau secara langsung dari udara, ternyata ada ribuan kapal Vietnam hingga China yang berada di Laut Natuna Utara.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Utama Bakamla Laksda S Irawan. Dia awalnya menyebut Bakamla RI kerap melakukan patroli bersama Kogabwilhan dan TNI AU di sekitar Laut Natuna Utara. Namun patroli kerap tidak maksimal karena Bakamla tidak memiliki pesawat sendiri.

"Kami kerja sama dengan Kogabwilhan, khususnya di wilayah Laut Natuna Utara, kami, Kogabwilhan I, dan TNI AU untuk kita melaksanakan kerja sama mengenai pemantauan udara dan alhamdulillah mereka mendukung sangat mendukung untuk Bakamla ini. Tapi kadang-kadang ada hal hal yang tidak terdukung karena itu saat-saat diperlukan mereka juga ada kegiatan, nah ini yang kita harapkan Bakamla punya pesawat sendiri," kata Irawan saat rapat dengar pendapat bersama Komisi I DPR RI, Senin (13/9/2021).

Irawan mengatakan saat proses pemantauan tersebut pihaknya kerap menemukan sejumlah kapal Vietnam hingga kapal coast guard China berada pada daerah overlapping di wilayah Laut Natuna Utara. Dia menyebut keberadaan kapal-kapal tersebut masih berada di sana sampai saat ini.

"Karena jujur saja kalau kita lihat di pantauan radar atau pantauan dari puskodal kami, sampai saat ini di daerah overlapping itu masih ada 1, 2, 3, 4, 5, 6 kapal kapal vietnam, itu pantauan radar, termasuk kapal-kapal coast guard China," ucapnya.

Namun Irawan mengungkap sebetulnya jumlah kapal-kapal asing yang berada di daerah overlapping laut Natuna Utara lebih dari yang terpantau di radar. Dia menyebut berdasarkan pantauan kasatmata dari udara, ternyata ada ribuan kapal asing yang memasuki wilayah laut Natuna Utara Indonesia.

"Tapi begitu dilihat di dalam kasatmata atau langsung dengan pengamatan udara itu bahkan sampai ratusan kapal mungkin ribuan kapal yang berada di sana. Ini pun diperkuat oleh keterangan waktu RDP kemarin Bapak KASAL, waktu RDP landas kontinen. Jadi saat beliau menjabat Pangkogabwilhan I, beliau gunakan kapal TNI AU, beliau lihat langsung gimana situasi di daerah overlapping kita dengan Vietnam," ujarnya.

Irawan pun mengungkap saat ini pihaknya tidak bisa mengambil langkah lantaran keterbatasan bahan bakar kapal. Padahal, menurut dia, kapal-kapal asing tersebut sudah lama ada di laut Natuna Utara.

"Bahkan sampai ini pun bahan bakar kita tidak ada, kapal kita siap berlayar dan patroli, tapi bahan bakar tidak ada, jadi kita andalkan TNI AL yang juga terbatas dengan bahan bakar. Sedangkan mereka sudah berada di situ sejak lama, kapal kapal Vietnam, dan kapal-kapal coast guard China," ujarnya.

Lihat juga video 'Dua Kapal Asing Tertangkap Curi Ikan di Laut Natuna':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/tor)