Mentan Tinjau Pengolahan Sarang Burung Walet di Pontianak, Ini Arahannya

Angga Laraspati - detikNews
Minggu, 12 Sep 2021 19:10 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo
Foto: Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melanjutkan kunjungan kerjanya di pulau Kalimantan tepatnya di Provinsi Kalimantan Barat. Dalam kesempatan tersebut Syahrul bersama Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji meninjau salah satu tempat pengolahan sarang burung walet di Pontianak, Kalimantan Barat.

"Sore ini Pak Gubernur (Kalbar) dengan unit kerja yang ada di sini menunjukkan kepada saya bagaimana processing rumah walet, rumah processing walet yang ada untuk menampung semua hasil rumah walet yang tersebar di Kalimantan Barat yang begitu banyak," kata Syahrul dalam keterangan tertulis Minggu (12/9/2021).

Ia berharap pengembangan sarang burung walet bisa maksimal, sebab Presiden Jokowi menjadikan komoditi ini sebagai andalan baru di Kalimantan Barat.

"Komoditas sarang burung walet yang Bapak Presiden dorong untuk kita jadikan komoditi andalan baru kita di Kalimantan Barat (diharapkan) bisa maksimal, terlebih lagi di sini terlihat bahwa anak-anak muda mengambil peranan," imbuhnya.

Ia juga mengatakan berbagai upaya terus dilakukan Kementan dan Pemprov Kalimantan Barat untuk mendukung ketahanan pangan dengan optimalisasi lahan eksisting. Ia juga mendorong munculnya komoditas-komoditas andalan baru yang mampu memberdayakan masyarakat dan meningkatkan perekonomian.

"Saya bersama Pak Gubernur sepakat untuk mencoba mengoptimalkan semua lahan-lahan eksisting untuk ketahanan pangan dan Pak Gubernur tahun ini sudah mampu mendorong upaya maksimal sehingga katakanlah ketahanan pangan kita di Kalimantan Barat ini bisa berjalan dengan baik," ungkap Syahrul.

Beberapa langkah strategis yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian di Kalimantan Barat yakni dengan melakukan optimalisasi lahan eksisting, pengembangan komoditas-komoditas yang menjadi kelebihan masing-masing kabupaten, serta pengambangan produk berorientasi ekspor seperti sarang burung walet.

"Kita tentu saja mendukung dengan mempersiapkan berbagai bentuk program dengan maksimal dengan baik, diawali dengan perencanaan dengan baik antara pemerintah daerah dan kementan kedepannya akan merumuskan. Kemudian lahan eksisting untuk ketahanan pangan diangkat lagi mulai dari varietas, budidaya sampai percepatan pengolahan, dibarengi dengan pengembangan komoditas di kabupaten-kabupaten yang memiliki kelebihan yang berbeda-beda, tentunya komoditas terkait ekspor juga akan kita bicarakan," jelas Syahrul.

Sementara itu, Owner PT. Borneo Walet Lestari Gulam Mohamad Sharon mengatakan beberapa negara telah melakukan negosiasi untuk ekspor sarang burung walet ini. Selain itu, dari negara Taiwan juga sudah melakukan pemesanan.

Menurut pria berusia 39 tahun ini, sejak didirikan tahun 2019, perusahaan terus meningkatkan kapasitas produksi dari tahun ke tahun. Selain itu, perusahaan ini juga terus meningkatkan kualitas agar memenuhi kualifikasi produk ekspor sarang burung walet sesuai arahan dari Kementerian Pertanian.

(ega/ega)