Round-Up

Rehab Ruang Nadiem-Stafsus Rp 6,5 M Tetap Jalan Kendati jadi Sorotan

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 12 Sep 2021 07:57 WIB
Jakarta -

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) menyiapkan anggaran senilai Rp 6,5 miliar untuk renovasi ruang kerja Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim hingga ruang kerja stafsus menteri. Rencana renovasi itu lalu mendapat kritikan dari sejumlah pihak.

Kendati mendapat kritikan, Kemendikbud tetap melanjutkan rencana renovasi tersebut. Berikut ini sejumlah sorotan dari anggota DPR terkait rencana renovasi ruang kerja Nadiem hingga akhirnya Kemendikbud memutuskan tetap melanjutkan renovasi ruangan tersebut.

Awalnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) menyiapkan anggaran senilai Rp 6,5 miliar untuk renovasi ruang kerja Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim hingga ruang kerja stafsus menteri. Renovasi itu dilakukan untuk menindaklanjuti Perpres 62 Tahun 2021.

Dilihat detikcom di situs Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Jumat (10/9/2021), tender dilakukan untuk penataan ruang kerja dan ruang rapat gedung A Kemendikbud-Ristek. Satuan kerja dalam tender tersebut merupakan Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa.

Adapun nilai pagu paket yang tertulis di situs LPSE itu senilai Rp 6,5 miliar. Sedangkan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) sebesar Rp 5.391.858.505,00 (Rp 5,3 miliar).

detikcom kemudian meminta penjelasan terkait rencana renovasi ini kepada Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek Anang Ristanto. Anang menjelaskan soal penggabungan unsur Ristek ke Kemendikbud.

"Renovasi yang dilakukan pada keseluruhan lantai 2 Gedung A Kemendikbudristek merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2021 yang mengamanatkan penggabungan unsur Riset dan Teknologi ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal ini menyebabkan adanya perubahan struktur organisasi dan penambahan Pimpinan Tinggi Madya/pejabat Eselon I Staf Ahli Menteri sebanyak 5 orang. Renovasi dilakukan untuk menyiapkan ruangan bagi para pejabat baru beserta tim kerjanya, sekretariat tata usaha pimpinan, ruang kerja Staf Khusus Menteri, serta ruangan Menteri," ujar Anang dalam keterangan tertulis.

Anang menyebut penataan ruangan di lantai 2 Gedung A Kemendikbud-Ristek ini untuk menghadirkan lingkungan kerja yang aman sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19. Selain itu, Anang menyebut ruang kerja menteri sudah lama tak direnovasi.

"Berdasarkan data Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa, renovasi pada lingkungan Gedung A terakhir kali dilakukan untuk memperbaiki ruangan perpustakaan yang berada di lantai 1 pada 2016. Serta pembongkaran relief di Plaza Insan Berprestasi pada 2019. Sedangkan renovasi pada ruangan kerja menteri dan para staf ahli sudah lama tidak dilakukan," ujar Anang.

Sejumlah anggota DPR menyoroti rencana renovasi ruangan kerja Nadiem hingga stafsusnya tersebut. Sebagai berikut.


DPR Minta Rencana Renovasi Ruang Nadiem Dibatalkan!

Komisi X DPR angkat bicara terkait anggaran Rp 6,5 miliar Kemendikbud untuk merenovasi ruang kerja Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim dan stafsusnya. Komisi X menilai kebutuhan itu tidak urgen.

"Nggak urgent menurut saya ya, setahu saya kantor kementerian masih cukup lah nya untuk dipakai walaupun belum direnov dalam tempo lama," kata Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, kepada wartawan, Jumat (10/9/2021).

Huda meminta Kemendikbud Ristek untuk melakukan penghematan. Dia juga meminta anggaran itu dibatalkan.

"Saya setuju semangat di penghematan, dan kalau belum kontrak saya kira dibatalkan saja," ujarnya.