Round-Up

Babak Baru Kasus Luhut Vs Haris Azhar

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Sep 2021 20:17 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan
Foto: Instagram @luhut.pandjaitan
Jakarta -

Babak baru somasi yang dilayangkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan kepada Haris Azhar dari Lokataru dan Fatia Maulidiyanti dari KontraS gara-gara muatan tayangan di kanal YouTube Haris Azhar. Pihak Luhut menilai surat balasan somasi yang disampaikan kedua pihak tidak sesuai harapan sehingga akan mempertimbangkan langkah hukum.

Kasus ini bermula saat Luhut merasa dirugikan dengan tayangan YouTube yang berjudul 'Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!!'. Berikut ini perjalanan kasusnya.


Luhut Somasi Haris Azhar karena Merasa Difitnah

Luhut Binsar Pandjaitan melayangkan somasi terhadap Haris Azhar. Haris Azhar disebut telah menebar fitnah terhadap Luhut melalui video yang dia unggah.

"Iya betul, kepada Saudara Haris Azhar dan Saudari Fatia Maulidiani karena unggahan di channel YouTube Saudara Haris Azhar dimaksud telah membentuk opini atau pernyataan-pernyataan yang tidak benar, tendensius, character assassination, fitnah, penghinaan, atau pencemaran nama baik dan berita bohong bahwa Pak Luhut bermain 'dalam bisnis pertambangan di Blok Wabu, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua'," ujar juru bicara Menko Marves, Jodi Mahardi, saat dihubungi, Sabtu (28/8/2021).

Diketahui, pengacara Haris Azhar mengunggah video di akun YouTube-nya dengan judul 'Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!!'.

Tak sendiri, dia menghadirkan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti dalam video itu. Dalam video itu, Fatia menyebut PT Tobacom Del Mandiri, anak usaha Toba Sejahtera Group, ikut bermain bisnis tambang di Papua. Luhut Pandjaitan adalah salah satu pemegang saham di perusahaan tersebut.

Pihak Luhut tidak terima atas penyataan di video tersebut. Dia meminta pihak Haris Azhar dan Fatia meminta maaf.

"Somasi supaya keduanya menjelaskan mengenai motif, maksud, dan tujuan dari pengunggahan video yang memuat judul dan berisi wawancara yang telah menimbulkan fitnah, penghinaan/pencemaran nama baik, dan berita bohong kepada Pak Luhut dan menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf melalui channel YouTube yang sama serta berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan serupa di kemudian hari," katanya.

"Hanya penjelasan dan permintaan maaf yang kami minta. Kami rasa itu lebih dari fair," ujarnya.

Sementara itu, Haris Azhar mengomentari somasi Luhut. Haris Azhar singkat menyampaikan dirinya akan menjawab somasi tersebut.

"Iya benar, saya disomasi. Dikirim Kamis, beberapa hari lalu. Dalam beberapa hari ke depan, saya, lewat kuasa hukum saya, akan berikan jawaban somasi," ucap Haris saat dihubungi terpisah.

KontraS dan Haris Azhar pun merespon somasi yang disampaikan Luhut. Selengkapnya di halaman berikutnya.