Rocky Gerung Sebut Beli Lahan yang Disoal Sentul City 2009, Begini Kronologinya

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 07:59 WIB
Rocky Gerung saat Blak-blakan di detikcom
Rocky Gerung (Rachman Haryanto/detikcom)

6 Agustus 2021

PT Sentul City melayangkan somasi kedua yang isinya sama dengan somasi sebelumnya.

10 Agustus 2021

Rocky Gerung, melalui kuasa hukumnya, menjawab somasi pertama yang dilayangkan Sentul City, melalui surat bernomor 192/SKLokataru/VIII/2021 perihal Jawaban Somasi ke-1.

"Bahwa Rocky Gerung memperoleh tanah tersebut secara patut dan sah menurut hukum sesuai dengan Surat Pernyataan Oper Alih Garapan yang juga telah dicatatkan di Kelurahan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor dengan Nomor 592/VI/2009 tertanggal 1 Juni 2009," begitu tertulis dalam dokumen.

23 Agustus 2021

Rocky Gerung memberikan jawaban atas somasi kedua yang dilayangkan PT Sentul City. Jawaban atas somasi kedua dituangkan dalam surat bernomor 196/SKLokataru/VIII/2021
Perihal Jawaban Somasi ke-2

"Bahwa pihak PT Sentul menyampaikan belum menerima jawaban somasi kami yang pertama, sehingga kami mengirimkan kembali poin-poin jawaban somasi yang pertama ke pihak PT Sentul City, Tbk,"

"Bahwa baru pada tahun 2021 PT Sentul City, Tbk mengklaim tanah tersebut adalah miliknya sesuai dengan SHGB Nomor 2411 dan 2412 dan memberikan teguran kepada klien kami serta warga lainnya yang merupakan pemilik dan/atau penggarap yang patut dan sah atas tanah dan bangunan yang terletak di Kampung Gunung Batu RT 02 RW 11 Kelurahan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang Kebupaten Bogor," imbuhnya.

Versi Sentul City

Dalam situs resminya, PT Sentul City Tbk menyebut berencana memanfaatkan lahan sesuai dengan masterplan. Lahan yang dimaksud berada di Desa Bojong Koneng.

"Dalam rencana memanfaatkan lahan, kami di dukung penuh oleh warga desa setempat, sebagaimana sudah terbukti selama ini telah memajukan desa sekitar," jelas kuasa hukum PT Sentul City, Antoni, dalam keterangan di situs resmi Sentul City yang dilihat detikcom, Rabu (8/9) malam.

Antoni menyatakan warga mendukung pemanfaatan lahan sesuai masterplan dengan harapan menciptakan lapangan kerja bagi warga desa sekitar seperti area yang telah terbangun di desa lain. Antoni juga membantah ada keributan di Desa Bojong Koneng. Menurutnya, keributan itu cuma akting beberapa saat yang dibuat massa sewaan pihak spekulan. Dia menuding hal itu sengaja dibuat untuk spekulan untuk menguasai tanah.

BPN Sebut Harus Lewat Pengadilan

Badan Pertanahan Negara (BPN) menyebut polemik lahan antara PT Sentul City dan Rocky Gerung serta tetangganya harus diselesaikan pihak pengadilan. Pihak Sentul City yang memiliki sertipikat disebut tidak bisa serta-merta main bongkar rumah di lahan yang dikuasai secara fisik.

"Jika bertahun-tahun tidak mengusai secara fisik, yang justru yang menguasai secara fisik adalah pihak lain, maka pemegang sertifikat harus hati-hati. Tidak boleh bertindak sepihak," kata Staf khusus dan jubir Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN), Teuku Taufiqulhadi, kepada detikcom, Kamis (9/9).

Taufiqulhadi meminta semua pihak harus menghormati hukum dan proses beracara. Salah satunya menempuh jalur lewat pengadilan agar kedua belah pihak bisa mempertahankan argumennya secara seimbang.

"Jika memang ia merasa sebagai pemegang hak karena ada HGB, misalnya, ia harus meminta pengadilan untuk mengosongkannya. Pihak pengadilan yang mengeksekusi. Bukan secara sepihak dengan mengerahkan preman atau Satpol PP," ujar Taufiq.


(rfs/zak)