Round-Up

Ancaman Pecat Menanti PNS Kejaksaan yang Nikah 7 Kali

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 21:33 WIB
ilustrasi cerai
Ilustrasi perceraian. (Foto: iStock)
Mataram -

Kabar pegawai negeri sipil (PNS) kejaksaan berinisial SZ (52) bikin heboh setelah dilaporkan telah menikah 7 kali. SZ telah diproses di lingkup internal kejaksaan.

SZ bekerja sebagai PNS bagian tata usaha di Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya, Lombok Tengah. Pemeriksaan SZ telah selesai.

SZ terancam sanksi ringan hingga berat. Ancaman pemecatan harus dihadapi SZ.

"Kita nggak bisa memberikan dulu keterangan karena menunggu putusan pimpinan. Memang pelanggaran tiga macam, ringan, sedang, dan berat. Yang berat itu dipecat, ringan bisa penurunan pangkat," kata Kasi Penkum Kejati NTB Dedi Irawan kepada detikcom, Kamis (9/9/2021).

Setelah pemeriksaan SZ selesai, kasus tersebut sedang menunggu disposisi pimpinan.

Pemeriksaan sudah berjalan 7 hari. Nantinya, jika ada bukti pelanggaran disiplin, kasus ini naik ke tahap inspeksi kasus. Jika terbukti melanggar, SZ akan disanksi.

"Sudah selesai pemeriksaan atau klarifikasi, sudah dibuatkan laporan dan sudah disimpulkan oleh pemeriksa. Sekarang tahap sedang disampaikan ke pimpinan bagaimana disposisi pimpinan, kita masih tunggu," ungkap dia.

"Tahap klarifikasi memang sudah selesai, tinggal menunggu disposisi pimpinan apakah ditingkatkan pada inspeksi kasus atau tidak dengan bukti bukti awal yang sudah ada," jelas Dedi.

Pihak Kejati NTB juga buka suara soal desakan melaporkan kasus tersebut ke polisi. Kejati NTB menyatakan pihaknya tidak memiliki kewajiban pada ranah tersebut.

"Tidak ada kewajiban kita melaporkan ke polisi. Yang bisa melapor itu kan korban. Kalau kita tidak ada kewajiban, kita hanya bisa memeriksa laporan dari korban terkait pelanggaran disiplin sebagai PNS," tuturnya.

Duduk Perkara Kasus

Kasus ini terkuak setelah istri ke-6 melaporkan SZ. Dari 7 istrinya itu, 3 orang memiliki akta nikah atau melakukan pernikahan secara sah, sedangkan 4 lainnya hanya berstatus nikah siri.

"Atas pernikahan sampai 7 kali tersebut, diduga SZ telah melakukan pelanggaran etik selaku pekerjaannya adalah pegawai negeri sipil di kejaksaan dan pelanggaran hukum berupa pemalsuan surat, pernikahan terhalang, penelantaran, dan/atau kekerasan terhadap perempuan dan anak," ungkap anggota Koalisi Perlindungan Perempuan dan Anak NTB, Yan Mangandar Putra, dalam keterangannya, Selasa (31/8).

Simak perjalanan SZ menikah 7 kali hingga dilaporkan ke Kejati NTB di halaman selanjutnya.