11 Kabupaten/Kota di Kalteng Banjir, 6 Daerah Tetapkan Darurat Bencana

Antara - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 17:31 WIB
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran melihat sarana prasarana penanganan banjir di Palangka Raya, Kamis (9/9/2021). (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran melihat sarana prasarana penanganan banjir di Palangka Raya, Kamis (9/9/2021). (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)
Jakarta -

Sebanyak enam kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ditetapkan status tanggap darurat bencana banjir. Saat ini banjir terjadi di 11 kabupaten/kota se-Kalteng.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan 6 kabupaten tetapkan status darurat bencana banjir, yaitu Kotawaringin Barat, Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan, Lamandau, dan Gunung Mas. Sedangkan Kabupaten Pulang Pisau dengan status siaga darurat bencana banjir.

"Kabupaten yang paling parah yaitu Katingan, Kotawaringin Timur, dan Seruyan," jelas Gubernur Sugianto pada apel gelar personel dan sarana prasarana penanganan darurat bencana banjir, seperti dilansir Antara, Kamis (9/9/2021).

Banjir di 11 kabupaten/kota se-Kalteng disebabkan peningkatan intensitas curah hujan yang terjadi mulai 21 Agustus 2021.

51 Ribu Warga Terdampak

Masyarakat yang terkena dampak banjir sebanyak 29.885 keluarga dengan jumlah 57.117 jiwa.

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai Senin (6/9) menyalurkan bantuan sembako ke masyarakat Kotawaringin Timur dan Katingan, selanjutnya Seruyan dan kabupaten lainnya sesuai perkembangan di lapangan," paparnya.

Dukungan Pemprov Kalteng kepada masyarakat terdampak banjir tahap selanjutnya yaitu makanan siap saji, peningkatan jumlah dapur umum, bantuan sembako, layanan kesehatan, dan kebutuhan lainnya.

"Khusus Katingan, pada lima kecamatan yang parah akan ditugaskan koordinator lapangan dari pejabat eselon II Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah didampingi pejabat dan tim dari masing-masing organisasi perangkat daerah," jelasnya.

Adapun apel gelar personel dan peralatan dilaksanakan untuk mengetahui ketersediaan dan kesiapan personel dan sarana-prasarana untuk penanganan banjir. Sebagian personel dan sarana-prasarana sudah melaksanakan upaya penanganan darurat di lapangan.

"Kami juga berterima kasih dan mengapresiasi seluruh relawan. Diharapkan semua bisa melaksanakan tugas dengan tulus, ikhlas, serta menjunjung tinggi semangat kemanusiaan," ungkapnya.

Seluruh personel yang melaksanakan tugas harus menjadi solusi kepada masyarakat, jangan sampai menjadi beban pemerintah kabupaten dan masyarakat setempat, serta wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat sehingga tidak menimbulkan klaster baru penularan COVID-19.

(jbr/idh)