Round-Up

Ulah Tak Terpuji Petugas Dishub DKI Peras Sopir Rombongan Vaksinasi

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 07:50 WIB
Dinas Perhubungan DKI Jakarta memberlakukan Sistem Satu Arah pada Jalan RM Margono Djoyohadikoesoemo untuk mengurangi titik kemacetan.
Ilustrasi (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Dua petugas Dishub DKI Jakarta melakukan pemerasan terhadap supir bus dengan cara menyetop rombongan warga yang hendak menjalani vaksinasi di kawasan Jakarta Pusat. Dua oknum petugas Dishub DKI itu lalu diberi sanksi dibebastugaskan usai dinyatakan terbukti melakukan pemerasan.

Kasus itu bermula saat Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan menerima laporan dugaan pemerasan dilakukan petugas Dishub DKI Jakarta. Dari laporan yang dia terima, disebutkan petugas Dishub DKI itu menyetop bus rombongan warga yang hendak menjalani vaksinasi di kawasan Jakarta Pusat.

"Pagi tadi warga berangkat dari Kampung Penas, Jakarta Timur. Tapi sial bus rombongan warga disetop oleh beberapa petugas Dishub Jakarta sekitar jam 09.08 WIB di depan ITC Cempaka Mas," ujar Tigor dalam keterangannya, Selasa (7/9/2021).

Tigor mengatakan bus itu disetop paksa oleh dua anggota Dishub DKI. Petugas itu diduga meminta uang ke sopir bus rombongan.

"Kedua petugas Dishub Jakarta itu bernama S Gunawan dan Heryanto yang memaksa meminta uang sebesar Rp 500.000," kata Tigor.

"Jika si sopir tidak memberi yang Rp 500.000 kepada petugas yang bernama S Gunawan dan Heryanto, maka bus akan ditarik oleh Dishub Jakarta. Akhirnya kedua petugas memaksa dan sopir memberikan uang Rp 500.000 baru mereka pergi meninggalkan rombongan kami. Tadi si sopir menceritakan kejadiannya sampai menangis karena dipaksa dan diperas uangnya Rp 500.000," imbuhnya.

Tigor menerangkan sopir bus itu menyayangkan tindakan petugas Dishub tersebut. Apalagi dia tengah membawa rombongan yang hendak divaksinasi Corona.

"Padahal saya mau tolong warga yang mau vaksin tapi diperas sama petugas Dishub. Saya minta uang saya dikembalikan karena saya harus isi solar bus," ujar Tigor, mengulang cerita si sopir.

Tigor menilai dugaan pemerasan ini aksi yang memalukan. Dia minta Kadishub Syafrin Liputo menindak dua anggotanya yang diduga melakukan pemerasan.

"Tindakan tegas harus dilakukan secara transparan dan kami diikutsertakan sebagai saksi bahwa tindakan tegas sudah dilakukan dan diberikan kepada petugas Dishub Jakarta yang melakukan pemerasan kepada sopir bus kami. Juga kami meminta agar uang yang diperas itu harus dikembalikan kepada kami dan diberikan oleh si petugas Dishub langsung kepada kami," tuturnya.


Anggota Dishub DKI yang Peras Sopir Diperiksa

Dishub DKI Jakarta tengah memeriksa dua anggotanya yang diduga melakukan pemerasan terhadap sopir bus. Dua petugas itu diduga meminta uang ke sopir bus secara paksa.

"Sudah di-BAP. Sudah dipanggil," ujar Wakadishub DKI, Chaidir, kepada wartawan, Selasa (7/9/2021).

Usai diperiksa, kedua oknum petugas Dishub DKI Jakarta itu dinyatakan terbukti melakukan pemerasan. Kedua oknum petugas Dishub DKI Jakarta diberi sanksi. Selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak juga 'Nongkrong di Warung Kopi saat PPKM Darurat, 8 Petugas Dishub Dipecat':

[Gambas:Video 20detik]