Round-Up

Damai Gagal Dirajut, Kasus Pencemaran Nama Ketua DPRD Dilanjut

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 21:46 WIB
Ketua DPRD Kabupaten Solok Dodi Hendra mengadukan Bupati Solok Epyardi Asda, ke Polda Sumbar atas dugaan pencemaran nama baik.
Ketua DPRD Kabupaten Solok Dodi Hendra mengadukan Bupati Solok Epyardi Asda, ke Polda Sumbar atas dugaan pencemaran nama baik (dok. istimewa)
Jakarta -

Upaya mediasi damai kasus dugaan pencemaran nama baik Ketua DPRD Solok, Dodi Hendra, di Polda Sumatera Barat (Sumbar) gagal dirajut. Kasus ini berlanjut karena Bupati Solok, Epyaradi Asda, tidak datang saat mediasi.

Mulanya, Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat Andre Rosiade sudah buka suara mengenai kasus ini. Andre menyebut upaya mediasi telah dilakukan tapi tak ada titik temu di antara kedua pihak.

"Usaha perdamaian itu sebenarnya sudah pernah kami fasilitasi. Ini kan persoalan pribadi antara saudara Dodi sebagai Ketua DPRD dengan Bupati Epyardi Asda," kata Andre Rosiade kepada wartawan, Minggu (5/9/2021).

Pada pertemuan itu, kata Andre, didapat sebuah kesepakatan bahwa Dodi meminta Epyardi meminta maaf secara terbuka. Akan tetapi permintaan itu tak kunjung dipenuhi oleh Epyardi.

"Lalu kami waktu itu DPD Gerindra Sumbar dan DPW PAN sudah coba memfasilitasi di mana Ketua DPW PAN sudah bertemu dengan Sekretaris DPD Gerindra Sumbar untuk membahas bagaimana penyelesaian permasalahan, lalu sudah disampaikanlah untuk tata cara melakukan perdamaian di mana perdamaian itu yang pertama pihak Dodi meminta Pak Bupati meminta maaf secara terbuka, baik di media cetak maupun media elektronik maupun media televisi, kalau tidak salah itu ya," kata dia.

Andre juga menyinggung persoalan mosi tidak percaya dari anggota DPRD Solok kepada Dodi Hendra yang menjabat Ketua DPRD Solok. Mosi tidak percaya itu diduga dikomandoi oleh Epyardi.

"Lalu yang kedua menghentikan mosi tidak percaya kepada Saudara Dodi yang diduga dikomandoi oleh Bupati, itu tuntutannya waktu itu Saudara Dodi. Tapi setelah itu tidak ada kabar. Jadi kita sudah coba membangun mediasi," kata dia.