Dirut bank bjb Raih Penghargaan The Best CEO Series 2021

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 21:24 WIB
Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi
Foto: BJB
Jakarta -

bank bjb mendapat tiga penghargaan dalam ajang anugerah 26th Infobank Award 2021. Penghargaan pertama diberikan kepada Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi sebagai Infobank The Best CEO Series 2021.

Kedua, bank bjb meraih kategori Diamond Trophy sebagai bank dengan kinerja 'Sangat Bagus' 20 tahun berturut-turut dan yang ketiga bank bjb mendapat penghargaan predikat 'Sangat Bagus' dalam kategori Modal Inti Rp 5 triliun sampai dengan di bawah Rp 30 triliun (buku3)-Aset Rp 100 triliun ke atas.

Dalam sambutannya Yuddy Renaldi mengucapkan syukur dan terima kasih atas apresiasi yang telah diberikan oleh Infobank kepada dirinya dan bank bjb. Dia mengatakan pencapaian ini adalah apresiasi yang diperoleh berkat kerja keras seluruh insan perusahaan.

Menurutnya prestasi ini tidak bisa dilepaskan dari catatan-catatan positif bank bjb dalam mempertahankan bahkan terus mendongkrak performa usahanya di tengah pandemi.

"Di tengah pandemi yang membuat banyak perusahaan besar tumbang, kami bersyukur dapat terus bertumbuh positif. Ini adalah bukti nyata kerja keras bank bjb sebagai perusahaan yang tangguh, fleksibel, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/9/2021).

"Bagi saya pribadi, meyakini bahwa kemampuan seorang pemimpin dalam mengolah sumber daya yang ada dengan sikap adaptif di berbagai situasi adalah kunci menuju keberhasilan," imbuh Yuddy.

Seperti diberitakan sebelumnya, industri perbankan menghadapi dampak krisis akibat pandemi COVID-19. Setelah mencatat kontraksi pertumbuhan kredit sebesar 2,21% pada 2020, industri perbankan juga masih kesulitan untuk melakukan ekspansi kredit pada 2021 akibat kondisi ketidakpastian yang menurunkan permintaan kredit.

Menurut Kajian Biro Riset Infobank bertajuk Rating 109 Bank Versi Infobank 2021, meskipun NPL perbankan secara industri masih aman di bawah 3,50%, namun loan at risk (LAR) menunjukkan tren naik sejak tahun lalu.

LAR perbankan meningkat dan 11,98% pada 2018, 12,93% pada 2019, 22,65% pada 2020, dan 23,71% per Februari 2021. NPL juga berpotensi meningkat dan relaksasi kebijakan restrukturisasi kredit yang berakhir pada Maret 2022 diharapkan oleh para praktisi di industri perbankan untuk kembali diperpanjang.

Dari sini pendapatan, banyak bank telah mencatat penurunan pendapatan bunga akibat masih seretnya kucuran kredit. Selain berusaha meningkatkan efisiensi termasuk menurunkan cost of fund bank-bank juga berusaha memperbesar pendapatan selain bunga.

Sejak industri perbankan tidak lagi menikmati pertumbuhan kredit di atas 20% pada 2014, kontribusi pendapatan bunga terhadap total pendapatan bank terus berkurang dari 74% pada 2018 menjadi 72% pada 2019.

Pada 2020 ketika pendapatan bunga merosot 4,85% dari Rp 717,80 triliun menjadi Rp 683,01 triliun, pendapatan nonbunga industri perbankan tumbuh 8,76% dari Rp 150,50 triliun menjadi Rp 163,68 triliun. Kontribusi pendapatan bunga terhadap total pendapatan perbankan pun menyusut menjadi 66% pada 2020 dan tinggal 50% per April 2021.

(mul/mpr)