Muncikari Prostitusi di Sunter Jual ABG di Medsos, Korban Ditarif Rp 1,2 Juta

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 08:29 WIB
Ilustrasi perdagangan orang/prostitusi (Fuad Hashim/detikcom)
Ilustrasi perdagangan orang/prostitusi (Fuad Hashim/detikcom)
Jakarta -

Polisi menetapkan 2 muncikari berinisial RF dan ZSS sebagai tersangka terkait praktik prostitusi gadis di bawah umur di kawasan Sunter Agung, Jakarta Utara. Kedua muncikari itu ternyata memasang tarif hingga Rp 1,2 juta per sekali kencan dengan anak di bawah umur.

"Hasil keterangan tersangka, tarif untuk sekali berhubungan saat itu Rp 1,2 juta," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sang Ngurah Wiratama dalam keterangannya, Rabu (8/9/2021).

Tama mengatakan kedua tersangka kemudian membagi hasil dari tarif per sekali kencan tersebut. Korban anak di bawah umur diberi bagian uang senilai Rp 450 ribu dan sisanya dibagi antara muncikari.

"Dari sejumlah uang tersebut buat saudari LL (anak di bawah umur) Rp 450 ribu lalu potongan uang cari tamunya Rp 750 ribu untuk saudara RF Rp 350 ribu dan saudara ZSS Rp 400 ribu," ucap Tama.

Tama memastikan saat ini pihaknya masih menyelidiki praktik prostitusi tersebut. Dia menyebut akan mengembangkan ini kepada jaringan prostitusi anak lainnya.

"Saat ini tim melakukan pengembangan kepada jaringan lainnya yang memperdagangkan anak di bawah umur sebagai pekerja seks komersial," ujarnya.

2 Muncikari Ditangkap

Untuk diketahui, Polres Pelabuhan Tanjung Priok membongkar praktik prostitusi gadis di bawah umur di kawasan Sunter Agung, Jakarta Utara. Dua orang berinisial RF dan ZSS, yang diduga sebagai muncikari, ditangkap.

"Kami telah mendapati adanya sekelompok orang yang menjual dan sebagai perantara untuk prostitusi anak di bawah umur dan si muncikari terdiri dari dua orang," ujar Kepala Unit 3 Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok Iptu Wan Deni Ramona, seperti dilansir Antara, Selasa (7/9/2021).

Penangkapan tersebut bermula dari penggerebekan yang dilaksanakan pada salah suatu hotel di kawasan Jakarta Utara, Minggu (5/9) malam. Dalam penggerebekan itu, didapati pasangan tidak sah dan satu wanita di bawah umur.

Saat menggali keterangan dari wanita tersebut, polisi memperoleh informasi bahwa anak berusia 17 tahun tersebut menjadi korban prostitusi daring.

"Penawaran dilakukan melalui percakapan (chatting) di media sosial yang sudah difilter, sehingga hanya orang tertentu yang mendapatkan akses untuk pemesanan," ujar Deni.

Simak juga 'Pengacara Ungkap Hubungan Cynthiara Alona dengan Muncikari':

[Gambas:Video 20detik]

(maa/mea)