Pemprov DKI Vaksinasi 389 PMKS-Masyarakat Marginal

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 07 Sep 2021 21:52 WIB
Ilustrasi vaksin Moderna
Foto ilustrasi vaksin Corona (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta terus melakukan vaksinasi COVID-19 ke warga DKI Jakarta. Tak terkecuali penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan masyarakat marginal agar herd immunity di Jakarta semakin cepat tercapai.

"Vaksinasi ini berlaku untuk PMKS dan masyarakat marginal, beserta keluarga mereka. Melalui kerja sama lintas Organisasi Perangkat Daerah bersama kolaborator dalam penyelenggaraan vaksinasi, setidaknya ada 389 orang dari kelompok ini yang sudah divaksin," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti dalam keterangannya, Selasa (7/9/2021).

Vaksinasi ini dilakukan secara berkala sejak pertengahan Agustus lalu. Dalam kesempatan yang sama, Kadinsos Provinsi DKI Jakarta Premi Lestari menyebut total PMKS yang menjadi binaan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di DKI sebanyak 1.263 orang.

"Kami terus mendukung adanya program vaksinasi bagi PMKS dan masyarakat marginal agar peluang tertular COVID-19 semakin kecil," kata Premi.

Adapun pendataan untuk keikutsertaan vaksinasi bagi PMKS dan masyarakat marginal dilakukan oleh Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan mencocokkannya dengan data kependudukan di Dinas Dukcapil.

Vaksinasi ini dilakukan dengan sistem door to door di wilayah Mangga Ubi, Jakarta Barat. Kemudian, ada juga yang bekerja sama dengan Unit Pengelola Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta untuk menjemput para PMKS dan warga marginal ke lokasi vaksin.

Lokasi tersebut terdapat di wilayah Pasar Ikan Modern, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Sementara itu, di Jakarta Timur, vaksinasi dilakukan di lokasi kampung pemulung di Rawa Terate.

"Kami akan terus berkoordinasi bersama Dinkes dan Dishub, serta OPD lainnya untuk mempermudah pelaksanaan vaksinasi. Ke depan, pelaksanaan vaksinasi akan diupayakan lebih dekat dengan tempat tinggal / tempat aktivitas kelompok tertentu tersebut," ujar Widyastuti.

(zap/idn)