Kronologi Penganiayaan Prada Candra: Dikabarkan Sakit hingga Meninggal Dunia

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 05 Sep 2021 14:28 WIB
Seorang prajurit TNI AD, Prada Candra Gerson Kumaralo, tewas diduga akibat dianiaya. Enam oknum anggota Yonif Raider 715/MTL diproses hukum Pomdam Merdeka (dok Dispenad)
Oknum anggota Yonif Raider 715/MTL diproses hukum Pomdam Merdeka di kasus tewasnya Prada Candra (Dok. Dispenad)
Jakarta -

Kabar tewasnya prajurit TNI AD Prada Candra ramai dibahas di media sosial (medsos). Keluarga dari personel Yonif Raider 715/MTL itu memposting di media sosial demi menuntut keadilan.

Yonif Raider 715/MTL bermarkas di Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo. Prada Candra bertugas di Yonif Raider 715/MTL sejak 2 April 2021.

Mulanya, sang keluarga yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara, ini mendengar kabar Prada Candra sedang sakit pada 18 Juli. Keesokan harinya, keluarga pun memutuskan pergi dari Manado ke Gorontalo.

Pagi harinya, keluarga mendapati kabar Prada Candra sudah meninggal dunia. Keluarga merasa janggal atas kematian Prada Candra karena ditemukan luka memar di badannya.

Berangkat dari situ lah, keluarga memutuskan jasad Prada Candra untuk diautopsi pada 20 Juli. Setelah itu keluarga pun memposting dan mengadu ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menuntut keadilan.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna dalam keterangannya menjelaskan proses hukum kasus tersebut masih terus berjalan. Ada enam oknum anggota TNI yang diduga menganiaya Prada Candra.

"Keenam oknum terduga yang melakukan penganiayaan terhadap Prada Candra Gerson Kumaralo," kata Brigjen Tatang dalam keterangannya, Sabtu (4/9).

Dia mengatakan keenam oknum personel Yonif Raider 715/MTL itu telah selesai diperiksa Tim Penyidik Polisi Militer Kodam XIII/Merdeka. Para oknum pelaku penganiayaan tersebut akan diproses lebih lanjut ke Pengadilan Militer.

"Berkas perkara seluruh tersangka telah dilimpahkan ke Oditur Militer IV-18 Manado pada 23 Agustus 2021," katanya.

Dia mengatakan, sesuai dengan penegasan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, TNI AD akan bersikap terbuka dalam proses penegakan hukum bagi oknum prajurit yang melanggar peraturan dan perundangan.

"Selanjutnya, TNI Angkatan Darat akan terus mengawal proses hukum ini di Oditur Militer IV-18 Manado sampai dengan Pengadilan Militer sampai tuntas," tegasnya.

Tonton juga 'Muralku Sayang, Muralku Dilarang'

[Gambas:Video 20detik]