KPAI Desak Ortu di Sulsel Cungkil Mata Anaknya Diproses Hukum

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 05 Sep 2021 05:41 WIB
Jakarta -

Orang tua (ortu) di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) tega mencungkil mata anaknya berinisial AP (6) karena diduga sebagai syarat belajar ilmu hitam. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak polisi bertindak.

Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati menyebut pihaknya menyayangkan ada orang tua yang sangat tega melakukan penganiayaan itu. Menurutnya, pelaku tidak memahami bahwa anak merupakan amanah yang tidak bisa diperlakukan semaunya.

"Prinsip dalam perlindungan anak itu kan ada prinsip kepentingan terbaik bagi anak dan mendengarkan pendapat anak. Ini menjadi bagian penting untuk bagaimana orang tua memperlakukan anak. Sayangnya sebagian orang tua masih menganggap anak itu sebagai hak milik yang boleh diperlakukan apa saja," kata Rita kepada wartawan, Sabtu (4/9/2021).

Rita menyebut pelaku melakukan hal yang sadis terhadap anaknya karena kesehatan mentalnya terganggu. Pelaku, kata dia, harus diperiksa kejiwaannya.

"Tentu harus ada proses pemeriksaan kejiwaan untuk melihat apakah sebenarnya tindak pidana yang dilakukan itu dengan kesadaran atau tidak," ucap Rita.

Dia mendorong dinas sosial setempat dapat melindungi anak yang menjadi korban. Sementara pelaku harus diproses hukum secara tegas.

"Kita dorong dinas sosial untuk memberikan alternatif pengasuhan sampe pasti proses hukumnya dan diberikan alternatif pengasuhan selanjutnya kepada siapa kalau kedua orang tuanya terlibat," ujarnya.

"Tentu kita berharap ada proses hukum yang berlanjut karena sudah ada korban yang meninggal walaupun ini yang dewasa. Saya kira itu kan delik umum karena ada yang meninggal, jadi polisi bisa bertindak agar anak yang kecil juga terlindungi," tambahnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya: