Airlangga Minta Penerima Kartu Prakerja di Papua Saling Tekoneksi

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 18:55 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: dok. Golkar
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan 12 penerima Kartu Prakerja di Kota Jayapura, Papua hari ini. Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menyampaikan soal manfaat Kartu Prakerja di masa pandemi.

"Kartu Prakerja membawa banyak manfaat terutama dalam masa pandemi saat ini. Khususnya untuk membantu mereka para pengusaha UMKM yang ingin meningkatkan skill-nya sekaligus mendapatkan tambahan permodalan dari insentif Kartu Prakerja. Selain itu, juga untuk mereka yang terkena PHK akibat pandemi COVID-19," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/9/2021).

Secara nasional, saat ini terdapat 10.081.935 orang penerima Kartu Prakerja. Adapun jumlah ini merupakan total penerima gelombang 1-19 dari jumlah pendaftar 69.311.037 orang. Khusus untuk Provinsi Papua, selama 19 gelombang, terdapat 225.051 pendaftar, dan 77.796 penerima. Sementara di Kota Jayapura ada 35.064 pendaftar dalam 19 gelombang, dan 14.661 penerima.

Di kesempatan tersebut, Airlangga turut menyapa para penerima Kartu Prakerja. Ia juga bertemu salah satu alumni Kartu Prakerja dari Papua, Verly Nomi Pelmelai, yang pernah ditemuinya di Istana Negara beberapa waktu lalu. Selain itu, Airlangga juga meminta para alumni Prakerja dapat saling terkoneksi satu sama lain.

"Kumpulkan saja semua (alumni Prakerja) di Papua, jadi semuanya bisa terkoneksi online," ungkapnya

Di kesempatan yang sama, Verly bercerita tentang pengalamannya memanfaatkan Kartu Prakerja. Verly yang mengikuti 'Berdandan untuk Diri Sendiri' mengaku mendapat ilmu dari pelatihan tersebut. Bahkan, pelatihan ini berguna bagi dirinya, karena dapat diaplikasikan kepada anaknya saat mengikuti kontes kecantikan. Berkat pelatihan tersebut, Verly mengatakan anaknya berhasil meraih Juara II.

Selain itu, Verly juga mengikuti pelatihan Microsoft Excel. Pelatihan ini dikatakannya juga membantu tugasnya sebagai bendahara gereja untuk membuat laporan triwulanan. Sementara insentif Kartu Prakerja, ia gunakan untuk membeli peralatan makeup dan kebutuhan sehari hari. Usaha dan kerja keras Verly pun membuatnya diundang ke Istana Negara untuk bertemu Presiden Jokowi dan Airlangga.

"Waktu itu, saya dapat telepon (dari PMO Kartu Prakerja) untuk bertemu dengan Pak Presiden Jokowi dan Pak Menko. Saya sangat senang dan hal ini tidak akan saya lupakan," ungkap Verly.

Saat ini, Verly menjadi alumni aktif dalam forum alumni Kartu Prakerja dan menjadi salah seorang pelopor yang merawat alumni Prakerja. Ia mengatakan forum tersebut menjadi wadah di media sosial (Facebook dan Instagram) untuk menuangkan ide tentang kewirausahaan. Dengan demikian alumni Prakerja dan masyarakat Indonesia dapat berpartisipasi dalam wadah tersebut.

Selain Verly, pria berusia 40 tahun, John Wempi Wona juga berbagi pengalaman dalam memaksimalkan manfaat dari Kartu Prakerja. John mengatakan dirinya mengambil tujuh jenis pelatihan. Adapun tiga pelatihan di antaranya, 'Sukses Jualan Online di Marketplace', 'Kursus Akuntansi Dasar dan Keuangan Bisnis', dan 'Bisnis Rumahan/UMKM Harus Tahu: Menentukan Badan Usaha'.

Saat ini, John telah berbisnis online dan menjual berbagai jenis barang, seperti busana wanita, tas wanita, aksesori wanita, kosmetik, dan ramuan tradisional. Penjualannya pun dikirim ke area Papua dengan mengambil barang dari Jakarta dan Surabaya.

John juga menjadi salah satu alumni Kartu Prakerja yang mendapatkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BNI senilai Rp 30 juta. Ia mengatakan bantuan ini akan digunakan untuk membangun usaha offline yang menjual berbagai merchandise PON XX 2020. Selain John, BNI juga memberikan KUR kepada alumni Kartu Prakerja lainnya yang memenuhi syarat.

Sebagai informasi, turut hadir dalam acara ini Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian, Sekretaris Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Wali Kota Jayapura, Pimpinan Wilayah 16 (Papua/Papua Barat) BNI, dan VP Divisi Hubungan Kelembagaan BNI.

(prf/ega)