Wakili NU DKI, Jazilul Beri Bantuan buat Korban Kebakaran di Kemayoran

Khoirul Anam - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 16:50 WIB
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta membagikan bantuan untuk korban kebakaran di RT 14, RW 05, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai masing-masing senilai Rp 1 juta dan sejumlah bahan kebutuhan pokok.

Politisi yang akrab disapa Gus Jazil ini mengatakan, kondisi korban kebakaran di Kelurahan Kebon Kosong sangat memprihatinkan. Bahkan, kata dia, hingga kini puing-puing kebakaran belum dibersihkan sejak Minggu (29/8). Sementara itu, para korban masih tinggal di tempat pengungsian di SDN 09 Kebon Kosong.

"Jarak Kebon Kosong ini cuma sekitar 3 kiloan dari Kantor Gubernur DKI, ini sudah satu minggu ini belum ada penanganan yang cukup serius. Pemerintahan di sini yang jaraknya dekat sekali, Kementerian Sosial, ada Pak Gubernur, saya berharap jangan berlama-lama. Segera turun dan dipastikan masa depan bapak ibu yang ada di sini, rumahnya di mana nanti, anak-anak mereka butuh pendidikan," ujar Jazilul dalam keterangannya, Jumat (3/9/2021).

Diketahui, sebanyak 60 unit rumah terbakar pada peristiwa itu. Korban dalam peristiwa ini terdiri dari 55 kepala keluarga dan sebanyak 250 jiwa.

Sementara itu, korban dari kelompok rentan terdiri dari 17 balita dan 10 lansia. Sedangkan korban yang berstatus sebagai pelajar, terdiri dari 25 siswa SD, 9 siswa SMP, 12 siswa SMA.

Ia mengatakan, para korban kebakaran adalah warga negara Indonesia yang harus ikut merasakan nikmatnya kemerdekaan.

"Ini lokasinya dekat sekali dengan gedung apartemen yang sangat tinggi, sementara mereka belum terperhatikan. Bagaimana kesehatannya? Kehadiran PWNU ini sebenarnya ingin mengetuk hati kita semua, khususnya di DKI Jakarta, daerah khusus ibu kota yang warganya ternyata masih belum menikmati pembangunan dari DKI Jakarta," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa para korban ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Di tengah masa sulit akibat pandemi COVID-19, tempat tinggal mereka ludes terbakar.

"Saya mengetuk hati para pemimpin bangsa, tolong turunlah ke sini. Ada saudara-saudara kita, warga kita, saya lihat memang luar biasa kesulitannya," tuturnya.

Selain itu, kata dia, Nahdlatul Ulama akan selalu berdiri di samping warga yang mengalami kesulitan dimanapun berada.

"Nahdlatul Ulama akan selalu bersama-sama orang yang sedang kesulitan," urainya.

Menurutnya, para korban kebakaran ini tidak hanya memerlukan bantuan kebutuhan sehari-hari, melainkan mengenai masa depan, termasuk tempat tinggal yang juga harus ditata dan dikoordinasikan oleh negara. Begitu pula soal kesehatan dan pendidikan anak-anak mereka.

"Datanglah ke sini Bu Menteri Sosial, coba dilihat di sini, Bu Menteri Lingkungan Hidup. Coba lihat lingkungan yang ada di Kebon Kosong ini. Menteri Pertanahan, kalau status tanahnya tidak jelas, coba dilihat tanahnya seperti apa. Kita semua warga negara yang tunduk dan taat kepada negara," ujarnya sekaligus mengajak semua kalangan untuk ikut meringankan beban para korban.

Sementara itu, Ketua PCNU Jakarta Pusat Gus Syaifuddin mengatakan, kehadiran Wakil Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua PWNU DKI itu sangat berarti sebagai bentuk dukungan moral bagi para korban.

"Kehadiran beliau itu menunjukkan bahwa bapak-bapak, ibu-ibu, yang mendapatkan musibah ini tidak merasa sendiri. Mungkin kehadiran beliau bisa menyampaikan kepada pemangku-pemangku kebijakan yang ada di DKI ini untuk bisa memperhatikan Bapak Ibu semuanya," urainya.

Di samping itu, koordinator penanggung jawab posko pengungsi kebakaran, Yulianto, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan PWNU DKI Jakarta.

"Saya atas nama koordinator penanggung jawab posko pengungsi kebakaran dan seluruh jajaran mengucapkan beribu-ribu terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi para kiai, para ajengan, dan para pengurus NU yang sudah menengok kita di pengungsian," ungkapnya.

(ega/ega)