Try Sutrisno Ajak Camat Se-Indonesia Ikut Membumikan Pancasila

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 16:38 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara pembubaran Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin. Wakil Presiden terpilih Maruf Amin juga turut hadir. Beberapa tokoh juga hadir di antaranya Wakil Presiden yang juga Ketua Dewan Pengarah TKN Jusuf Kalla, Wakil Presiden Try Sutrisno. Hadir juga hingga Ginanjar Kartasasmita, politisi senior Golkar Akbar Tanjung, Abdul Kadir Karding, Hasto Kristianto, Johnny G Plate, Moeldoko, Pramono Anung, dan Bahlul Lahadalia, Raja Juli Antoni, Tsamara Amany.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Try Sutrisno meminta para camat se-Indonesia untuk ikut mempelopori pengamalan Pancasila. Menurutnya, peran camat sangat vital dalam pembumian nilai-nilai Pancasila.

"Kepada seluruh camat, mengabdilah pada nusa bangsa dengan mencintai Indonesia seutuhnya. Jangan sampai melewatkan sejengkal tanah di wilayahmu. Indonesia Raya harus berkumandang di setiap sudut. Indonesia abadi harus jadi kepada republik," kata Try dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (31/8/2021).

Gagasan itu disampaikan Try Sutrisno saat memberikan arahan dalam Dialog Kebangsaan 'Pancasila Sebagai Nilai Etika Dalam Pemerintahan' yang digelar secara virtual. Dialog dihadiri Wakil Kepala BPIP Haryono, Deputi I BPIP Prakoso, serta Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar. Adapun narasumber dalam dialog ini, yakni Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal, Guru Besar IPDN Sadu Wasistiono, dan Kepala Pusat Studi Pancasila UGM Agus Wahyudi.

Try menyatakan masyarakat Indonesia pada umumnya hidup dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika. Namun, ia mendapati belakangan terjadi beberapa penyimpangan dari ajaran nilai luhur bangsa, terutama di kalangan anak muda.

"Fenomena ini menusuk ke berbagai lini kehidupan dan mengganggu keharmonisan masyarakat," sebut Wakil Presiden RI periode 1993-1998 ini.

Ia menambahkan keadaan Indonesia setelah reformasi juga memunculkan situasi dilematis. Prinsip kebebasan menurutnya jadi kebablasan, tidak mengakar pada Pancasila. Akibatnya, muncul praktik intoleran, radikalisme, ekstremisme, dan ideologi transnasional.

"Itu semua merongrong kehidupan demokrasi bangsa dan mengoyak-ngoyak kemanusiaan," cetus Try.

Oleh sebab itu, ia berharap para camat bisa ikut membantu mengatasi segala tantangan bangsa. Jumlah camat yang banyak dan tersebar di Tanah Air ditegaskan Try adalah sumber kekuatan untuk gerakan pembumian Pancasila.

(ncm/ega)